Malanginspirasi.com – Barcelona terancam sanksi pengurangan poin di Liga Champions akibat pelanggaran aturan keuangan UEFA untuk tahun kedua berturut-turut. Tim Blaugrana berhasil finis di posisi kedua pada musim perdana Liga Champions yang melibatkan 36 tim, meraih 19 poin dari delapan pertandingan (6 menang, 1 seri dan 1 kalah).
Di bawah kepemimpinan pelatih Hansi Flick, Barcelona melaju hingga semifinal. Akan tetapi gagal melaju ke final setelah tersingkir oleh Inter Milan dengan agregat 7-6 melalui gol Davide Frattesi di babak extra time.
Setelah berhasil meraih gelar La Liga, Blaugrana tentu berharap dapat tampil lebih baik di level Eropa musim depan. Hanya saja klub Catalan itu dibayang-bayangi ancaman sanksi dari UEFA. Hal ini karena Barcelona melanggar peraturan ketat yang diberlakukan oleh Asosiasi Sepak Bola Eropa tersebut.
UEFA akan mengumumkan sanksi alam waktu dekat. Mengingat ini merupakan pelanggaran kedua, sanksi yang mungkin dijatuhkan ke Barcelona bisa berupa pengurangan jumlah skuad untuk kompetisi musim depan atau bahkan pengurangan poin.
Barcelona telah mengalami kesulitan finansial selama beberapa tahun terakhir dan memutuskan untuk menjual hak siar serta pusat konten internal mereka. Klub berharap hasil penjualan ini dapat dikategorikan sebagai “pendapatan operasional lainnya” dan sesuai dengan aturan Financial Fair Play (FFP).
Sayangnya, UEFA tidak mengizinkan hal tersebut karena menganggap dana tersebut sebagai “keuntungan dari pelepasan aset tidak berwujud”.
Barcelona telah dikenai sanksi denda sebesar £420.000 atas pelaporan keuntungan yang tidak sesuai dan upaya banding mereka di Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) ditolak.
CAS menyatakan bahwa “pelanggaran serupa akan dikenakan tindakan disipliner yang lebih berat” oleh Dewan Pengawasan Keuangan Klub UEFA (CFCB).
Sanksi ini diperkirakan akan segera diberlakukan menyusul pelanggaran batas kerugian klub.
Dua Klub Premier League Juga Langgar Aturan Finansial
Selain Barcelona, dua klub Liga Primer Inggris, Chelsea dan Aston Villa, juga menghadapi sanksi finansial karena pertama kalinya melanggar peraturan. Kedua klub tengah melakukan pembahasan penyelesaian keuangan dengan CFCB.
Kasus Chelsea terkait pelanggaran batas kerugian setelah mereka menjual tim wanita mereka ke perusahaan afiliasi dengan nilai £200 juta.
Chelsea berupaya melaporkan pendapatan dari penjualan tersebut, tetapi hal ini dilarang oleh aturan keberlanjutan keuangan UEFA, yang menyebabkan pelanggaran musim lalu.







