Protokol Rasisme, Wasit La Liga Hentikan Sejenak Pertandingan Elche vs Espanyol

Malanginspirasi.com – Pertandingan La Liga antara Elche dan Espanyol pada Senin (2/3/2026) dini hari sempat dihentikan selama tiga menit karena pemberlakuan protokol rasisme UEFA.

Wasit Iosu Galech Apezteguia menulis bahwa ia menghentikan pertandingan setelah Omar El Hilali dari Espanyol mengatakan bahwa Rafa Mir dari Elche telah melontarkan komentar rasis kepadanya, menurut pakar sepak bola Spanyol Guillem Balague.

Insiden tersebut terjadi pada menit ke-78.

Berdasarkan protokol UEFA, wasit akan menghentikan pertandingan jika seorang pemain melaporkan dugaan rasisme, dan memberikan detailnya kepada wasit keempat.

Espanyol kemudian memposting foto Hilali, pemain internasional Maroko kelahiran Spanyol berusia 22 tahun, di media sosial dengan pesan “bersamamu”.

La Liga mengatakan: “Kami mengutuk setiap tindakan rasis. Di lapangan dan di luar lapangan, tidak ada tempat bagi mereka yang membenci.”

Elche menyatakan secara eksternal bahwa mereka mengutuk setiap tindakan diskriminatif tetapi meminta kehati-hatian karena “tidak adanya bukti”.

Mir mencetak gol penalti pada menit ke-90 saat pertandingan berakhir imbang 2-2.

Protokol anti-rasisme sempat digunakan dalam pertandingan Liga Champions.

Baca Juga:

Kena Skors UEFA, Gianluca Prestianni Tak Perkuat Leg Kedua Real Madrid vs Benfica

Penyerang Real Madrid, Vinicius Jr, mengatakan kepada wasit pertandingan bahwa ia mendapatkan komentar rasis dari gelandang Benfica, Gianluca Prestianni, di leg pertama babak play-off .

Pemain internasional Argentina itu membantah tuduhan tersebut.

Tetapi ia absen pada leg kedua setelah diberi larangan satu pertandingan oleh UEFA sambil menunggu hasil investigasi penuh oleh inspektur etika dan disiplin.

Ia dapat kena hukuman lebih lanjut setelah itu selesai.

Vinicius juga telah mengalami sejumlah insiden pelecehan rasial selama pertandingan di Spanyol.

Ia menjadi sasaran dalam pertandingan Real Madrid melawan Real Valladolid pada September 2022.

Akibatnya, lima orang dijatuhi hukuman penjara percobaan pada Mei 2025 karena melakukan pelecehan rasial terhadap pemain internasional Brasil tersebut dalam putusan yang “belum pernah terjadi sebelumnya” di Spanyol.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *