Malanginspirasi.com – Media sosial X tengah ramai dengan keinginan pendukung Liverpool supaya manajemen memecat manajer Arne Slot.
Pasca kemenangan Manchester United atas Liverpool 3-2 dalam pertandingan menentukan posisi di Liga Premier kemarin malam, media sosial X dibanjiri komentar fans kedua klub.
Gol kemenangan Mainoo membawa United ke tiga besar dan mengamankan tempat di Liga Champions.
Sementara Liverpool turun ke posisi keempat dengan 58 poin dari 35 pertandingan.
Kekalahan ini menandai kekalahan ke-18 Slot di semua kompetisi musim ini, menyamai catatan Brendan Rodgers dari musim 2014/15.
Kemarahan penggemar makin memuncak dengan musim yang mengecewakan setelah kemenangan gelar tahun lalu.
Pengamat sepak bola Jamie Carragher menyerukan kesabaran menjelang musim panas, dan pemilik Fenway Sports Group mendukung Slot meskipun ada keresahan dan tiga pertandingan tersisa.
Baca Juga:
Hasil Manchester United vs Liverpool, Setan Merah Menangkan Drama Lima Gol
Berbeda dengan manajemen klub, suporter Liverpool membanjiri kolom komentar di akun resmi Liverpool, @LiverpoolFC, dan juga berbagai postingan lainnya.
“Hanya ketika Liverpool kalah dan para penggemar kesal, barulah muncul tulisan “Read every word that Arne Slot had to say.” Admin ini memang jago memancing amarah.”
“Pendukung tidak ingin membaca setiap kata dari Slot,” begitu komentar suporter lainnya.
“Sudahlah admin, kita tidak ingin mendengar apa-apa darinya lagi,” begitu netizen lain menimpali.
Sejumlah pendukung juga mengunggah foto Xabi Alonso dan meminta manajemen mengganti Slot dengan pelatih asal Spanyol itu.
Sebagian lainnya juga meminta Jurgen Klopp untuk kembali melatih The Reds.
Man Utd finis 42 poin di belakang mereka di posisi ke-15 di musim lalu.
Tetapi sekarang tampaknya akan finis di atas tim Slot untuk pertama kalinya sejak musim 2022-23.
Tim besutan Michael Carrick juga menyelesaikan kemenangan ganda di liga atas Liverpool untuk pertama kalinya sejak 2015-16.
Jumlah 18 kekalahan di semua kompetisi juga merupakan yang terbanyak sejak The Reds kalah 19 kali pada 2009-10, yang merupakan musim terakhir Rafael Benitez di Anfield.
Sejak 1962, hanya ada tiga musim di mana Liverpool kalah lebih dari 18 pertandingan dalam satu musim.







