Malanginsipirasi.com – Manchester City menjadi salah satu klub sepak bola yang paling banyak dibicarakan dalam beberapa tahun terakhir, terutama terkait dengan masalah keuangan. Saat ini The Citizens tengah diselidiki oleh Liga Premier Inggris atas dugaan 115 pelanggaran aturan Financial Fair Play (FFP), dengan lebih banyak klaim yang muncul.
Presiden La Liga, Javier Tebas, menjadi salah satu tokoh yang paling vokal dalam menyoroti masalah keuangan Manchester City.
Dikutip dari Marca, dalam pernyataannya kepada media pada Kamis (27/2/2025), Tebas menegaskan kekhawatirannya terhadap situasi ini.
“Yang membuat saya khawatir bukanlah APT (pengaturan pengeluaran klub) itu sendiri, melainkan perusahaan-perusahaan di luar City Football Group yang menjadi saluran pengeluaran Manchester City. Mereka hanya berfokus pada bagaimana cara menghindari aturan dan regulasi yang ada. Kami telah melaporkan hal ini kepada Uni Eropa dengan bukti dan data yang jelas,” terang Tebas.
Tebas juga menambahkan meski ia belum bisa memberikan komentar terkait sanksi yang mungkin diberikan kepada Manchester City, ia menekankan bahwa jika perusahaan-perusahaan di Eropa telah merusak pasar, mereka sering kali diwajibkan untuk mengembalikan dana yang telah distorsi.
Karena itu, ia pun berharap agar Manchester City diberikan sanksi terkait masalah ini.
“Perlu diingat, Komisi Eropa menangani berbagai kasus,” ujarnya.
Saat ini, kasus pelanggaran aturan keuangan masih dalam penyelidikan. Tebas mengungkapkan pihaknya belum menerima tanggapan lebih lanjut.
Ia juga merujuk pada Girona, klub yang berada di bawah naungan City Football Group, untuk menekankan maksudnya.
“Hal yang sama berlaku di sektor lainnya, jadi mengapa tidak di sepak bola? Ketika City Football Group membeli Girona, mereka meminjamkan lima pemainnya ke sana. Kami memeriksa valuasi dan menemukan bahwa harga yang diklaim oleh Manchester City lebih tinggi 40 kali lipat dari yang seharusnya,” jelas Tebas.
Sang Presiden La Liga menutup komentarnya dengan menyebut ia juga mengambil sikap serupa terhadap Paris Saint-Germain pada tahun 2023.
“Ini bukan hanya soal Manchester City. Kami juga melaporkan Paris Saint-Germain ke Komisi Eropa. Mengenai Newcastle, kami belum mengambil langkah apa pun karena kami belum memiliki cukup data,” tandasnya.







