Media Asing Soroti Nilai Tukar Rupiah yang Terjun Bebas Hingga Diatas Rp 18.000

Malanginspirasi.com – Nilai tukar mata uang Indonesia yakni rupiah mencapai titik terlemahnya terhadap dolar AS, menembus ambang batas psikologis 18.000 di tengah melonjaknya biaya energi.

Media Al Jazeera memberitakan bahwa nilai tukar rupiah mencapai 18.028 terhadap dolar AS pada hari Kamis, (4/6/2026) meskipun ada upaya dari Bank Indonesia baru-baru ini untuk memberikan dukungan.

Guncangan energi yang dipicu oleh perang AS-Israel terhadap Iran telah memberikan tekanan signifikan pada perekonomian Asia Tenggara yang mengimpor energi, khususnya Indonesia dan Filipina.

Tekanan yang dihasilkan pada neraca perdagangan telah berkontribusi pada arus keluar modal dan pelemahan mata uang.

Ketegangan di Teluk kembali memanas pada hari Rabu, menyebabkan harga minyak naik lebih dari 1 persen.

Amerika Serikat telah mengusulkan bea masuk tambahan sebesar 10 persen atau 12,5 persen untuk barang dari 60 negara, termasuk Indonesia, Malaysia, dan Singapura dimana hal ini menambah ketidakpastian regional.

Baca Juga:

Redenominasi Rupiah: Apa Hubungannya dengan Psikolog, Akuntan, dan Koruptor?

Kepala ekonom Permata Bank, Josua Pardede, mengatakan bahwa nilai tukar 18.000 adalah  ambang batas psikologis bagi investor pasar.

Pelemahan tersebut, katanya kepada kantor berita AFP, dipicu oleh tingginya permintaan dolar yang disebabkan oleh lonjakan harga minyak dan penyempitan surplus perdagangan.

Indonesia adalah importir minyak bersih dan sangat terpengaruh oleh kenaikan biaya minyak mentah, meskipun pemerintah bersikeras akan mempertahankan harga bahan bakar bersubsidi tidak berubah.

Surplus perdagangan negara telah terpukul, menyempit menjadi hanya $89 juta pada bulan April, dari $3,3 miliar sebulan sebelumnya, yang semakin mengurangi pasokan dolar di pasar Indonesia, kata Josua.

“Pasokan dolar dari perdagangan barang semakin berkurang, sementara kebutuhan dolar untuk impor energi, bahan baku, dividen, pembayaran utang luar negeri, dan kebutuhan musiman tetap signifikan,” katanya.

“Inilah mengapa kenaikan suku bunga pinjaman BI dan intervensi tidak cukup untuk membalikkan depresiasi rupiah,” lanjut dia.

Bank Indonesia menaikkan suku bunga sebesar 0,5 basis poin menjadi 5,25 persen bulan lalu sebagai kenaikan pertama dalam dua tahun  karena berupaya menstabilkan rupiah dan menjaga inflasi tetap terkendali.

Juru bicara bank sentral, Ramdan Denny Prakoso, mengatakan pada hari Rabu bahwa pihaknya terus menggunakan  semua instrumen kebijakan yang tersedia” untuk “mempertahankan likuiditas valuta asing yang memadai.

Tak hanya itu, Bank Indonesia juga memperketat aturan untuk pembelian dolar.

Sejak Mei, pembeli lebih dari $25.000 dalam satu bulan diharuskan memberikan dokumen pendukung untuk membenarkan kebutuhan mereka akan mata uang AS.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *