Malanginspirasi.com – Visinema Pictures melakukan terobosan dalam industri perfilman nasional dengan menghadirkan genre yang terbilang jarang dieksplorasi di Indonesia, yakni film drama fiksi ilmiah (sci-fi) berjudul ‘Esok Tanpa Ibu’. Film dengan judul internasional ‘Mothernet’ ini dijadwalkan tayang di bioskop tanah air mulai 22 Januari 2026.
‘Esok Tanpa Ibu’ disutradarai oleh sineas berbakat Ho Wi Ding. Film ini sebelumnya telah melangsungkan penayangan perdananya (world premiere) di ajang bergengsi Busan International Film Festival (BIFF) 2025 pada September lalu.
Sambutan hangat dari audiens internasional dan trailer perdana yang viral di media sosial semakin meningkatkan antusiasme penonton Indonesia terhadap karya ini.
Eksplorasi Emosi dan Teknologi AI
Film ‘Esok Tanpa Ibu’ menggabungkan kecanggihan teknologi dengan kedalaman emosi manusia.
Cerita berpusat pada Rama (Ali Fikry), seorang remaja 16 tahun yang harus menghadapi kenyataan pahit setelah ibunya mengalami kecelakaan tragis hingga koma.
Baca Juga:
Sinopsis Film ‘Perayaan Mati Rasa’, Drama Keluarga yang Menguras Emosi
‘Pelangi di Mars’, Kisah Persahabatan Gadis Kecil dan Robot Canggih di Planet Merah
Di tengah hubungan yang kian merenggang dengan sang ayah, Rama menemukan pelarian melalui “I-BU”, sebuah program Artificial Intelligence (AI) canggih.
Teknologi ini mampu memvisualisasikan dan “menghidupkan” kembali sosok ibunya berdasarkan kumpulan data dan kenangan masa lalu.
Apa yang bermula sebagai obat penawar rindu perlahan berubah menjadi dilema etis.
Rama dihadapkan pada pertanyaan mendasar. Apakah simulasi digital mampu menggantikan kehangatan kasih sayang yang nyata, atau justru menjebaknya dalam ilusi yang memperdalam luka batin?
View this post on Instagram
Deretan Aktor Papan Atas
Film ini menjadi debut Ho Wi Ding dalam menggarap genre sci-fi dengan latar Indonesia.
Pendekatan ceritanya disebut-sebut memiliki nuansa drama keluarga yang kental layaknya film Interstellar, namun dengan sentuhan budaya dan emosi yang dekat dengan masyarakat Indonesia.
Kualitas akting menjadi salah satu kekuatan utama film ini.
Ringgo Agus Rahman memerankan karakter sentral yang berkonflik dalam dinamika ayah dan anak.Sementara Dian Sastrowardoyo memerankan sosok ibu yang menjadi kunci emosional cerita.
Aktor Chicco Jerikho juga turut ambil bagian dalam jajaran pemeran pendukung.
Film ‘Esok Tanpa Ibu; tak hanya menonjolkan visual futuristik. Tetapi juga mengajak penonton merenungkan esensi hubungan antarmanusia di era digital yang serba artifisial.







