Film Baru Chicco Jerikho dan Ariel Tatum, ‘Perang Kota’: Kisah Kelam Indonesia Era 1946

Malanginspirasi.com – Film bergenre laga dan di masa revolusi Indonesia ‘Perang Kota’ dijadwalkan akan tayang di bioskop tanah air pada 17 April 2025. Kisahnya diadaptasi dari novel fenomenal karya Mochtar Lubis berjudul ‘Jalan Tak Ada Ujung’, yang mengambil latar belakang tahun 1946 pasca Indonesia memproklamasikan kemerdekaan dari penjajahan Jepang dan Belanda.

Film ‘Perang Kota’ dibintangi sederet aktor dan aktris ternama Indonesia seperti Chicco Jerikho, Ariel Tatum, Jerome Kurnia, Rukman Rosadi, Imelda Therinne, Faiz Vishal, Indra Birowo, Kin Wah Chew, Alex Abad, Anggun Priambodo, Ar Barrani Lintang hingga Dea Panendra

Kisah dari film ‘Perang Kota’ ini memiliki alur yang dijamin akan membawa para penonton ke dalam suasana Jakarta yang bergejolak di tahun 1946. Masa ketika kota Jakarta penuh dengan ketidakpastian akibat konflik pasca-kemerdekaan.

Ceritanya dimulai dengan perjalanan seorang pria bernama Isa (Chicco Jerikho). Ia sebelumnya dikenal sebagai petarung tangguh dan pemain biola berbakat.

Kini, di usianya yang 35 tahun, ia memilih untuk meninggalkan masa lalunya yang penuh pertumpahan darah dan mengabdikan dirinya sebagai seorang guru sekolah dasar.

Namun, meski telah berusaha menjalani kehidupan yang lebih tenang, bayang-bayang trauma perang kemerdekaan tetap menghantuinya. Reputasinya sebagai seorang prajurit yang pernah berjasa dalam perjuangan tetap melekat pada dirinya.

Tetapi di balik ketangguhannya, Isa menyimpan luka batin yang mendalam.

Saat itu, Jakarta berada dalam situasi kacau balau. Presiden telah meninggalkan kota, sementara pertempuran terus berkecamuk. Kota ini menjadi medan perang antara Gurkha, pasukan Inggris, dan Belanda, yang saling berebut kendali.

Dalam situasi yang genting ini, Isa tetap bertahan di Jakarta bersama istrinya, Fatimah, dan anak angkat mereka, Salim.

Namun, akibat trauma yang ia alami, Isa mengalami impotensi. Membuatnya merasa semakin tidak berdaya di tengah pergolakan yang terjadi.

Sahabat yang Berkhianat

Dalam perjuangannya melawan penjajah, Isa bekerja sama dengan Hazil, seorang pemuda tampan yang merupakan muridnya dalam bermain biola sekaligus sahabat seperjuangannya. Hazil dikenal memiliki semangat juang yang tinggi, dan Isa melihatnya sebagai harapan baru dalam revolusi.

Namun, tanpa sepengetahuannya, Fatimah dan Hazil menjalin hubungan diam-diam. Ketika Isa akhirnya mengetahui bahwa Fatimah hamil dengan anak Hazil, ia justru memilih menutup mata dan menerima bayi itu sebagai anaknya sendiri.

Keputusan ini tidak hanya memperlihatkan betapa dalamnya penderitaan Isa. Tetapi juga konflik batin yang ia hadapi antara kehormatan, cinta, dan pengorbanan.

Sementara itu, di tengah kekacauan yang terus meningkat, Isa dan Hazil menyusun sebuah rencana berani. Mereka berencana meledakkan sebuah bioskop di daerah Pasar Senen, tempat para pejabat NICA (Netherlands Indies Civil Administration) dan sekutu mereka dari Belanda sering berkumpul.

Tujuan utama dari aksi ini adalah Van Mook, Gubernur Jenderal Hindia Belanda. Van Mook yang dengan penuh keyakinan menganggap Indonesia sebagai tanah airnya, berusaha mempertahankan kekuasaan kolonial di negeri ini.

Namun, seiring berjalannya waktu, rencana mereka semakin rumit. Tidak hanya melibatkan pertaruhan nyawa, tetapi juga menghadapkan Isa pada pilihan moral yang lebih besar.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by PERANG KOTA (@perangkotafilm)


Lalu, apakah ia akan terus berjuang demi revolusi, atau menghadapi realitas pengkhianatan yang telah mengubah kehidupannya?

Film ‘Perang Kota’ ini siap mengajak penonton untuk menyelami masa kelam sejarah Indonesia melalui kisah penuh ketegangan. Juga dilema moral, dan pengorbanan seorang pria yang harus memilih antara tugas sebagai pejuang atau perasaan sebagai manusia biasa.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *