Malanginspirasi.com – Tau gak sih, di balik deretan perang besar yang berlangsung bertahun tahun, ternyata ada satu perang dalam sejarah dunia yang durasinya super singkat.
Bukan hitungan hari, bukan pula jam, tapi hanya 38 menit saja. Meski terdengar seperti cerita fiksi atau film perang bergenre komedi, peristiwa ini benar benar terjadi dan tercatat rapi dalam sejarah dunia.
Perang Antara Inggris dan Zanzibar
Perang terpendek ini terjadi pada tahun 1896, melibatkan Inggris dan Kesultanan Zanzibar, sebuah wilayah yang kini menjadi bagian dari Tanzania.

Konflik ini dipicu oleh persoalan yang terbilang sederhana namun berdampak fatal. Hal ini terjadi karena adanya perebutan tahta setelah wafatnya sultan Zanzibar sebelumnya.
Kala itu, Sultan Hamad bin Thuwaini meninggal dunia secara mendadak. Dilansir dari History UK penyebab kematiannya dikarenakan diracuni oleh sepupunya sendiri yakni Khalid bin Barghash.
Seusai kematianya, muncul persoalan besar mengenai siapa yang berhak menggantikan posisi sultan.
Inggris, yang saat itu memiliki pengaruh politik kuat di wilayah Afrika Timur, mendukung calon penguasa tertentu yang dianggap sejalan dengan kepentingan mereka.
Namun, pihak Zanzibar justru memilih tokoh lain sebagai penguasa baru, yakni Khalid bin Barghash.
Pilihan tersebut tentu saja membuat Inggris murka. Ketegangan politik pun meningkat dengan cepat karena dikhawatirkan Khalid akan bersekutu dengan Jerman dan menentang penghapusan perbudakan.

Inggris menganggap pengangkatan Khalid sebagai pelanggaran perjanjian dan bentuk pembangkangan terhadap otoritas mereka.
Tak ingin situasi berlarut larut, Inggris langsung melayangkan ultimatum keras kepada Zanzibar, menuntut Khalid turun dari tahta.
Namun, ultimatum itu ditolak mentah mentah. Khalid tetap bertahan di istana, bahkan mengumpulkan pasukan dan persenjataan seadanya untuk menghadapi kemungkinan terburuk.
Penolakan inilah yang menjadi pemicu pecahnya perang singkat tersebut.
Pecahnya Peperangan
Pada pagi hari 27 Agustus 1896, Inggris langsung mengerahkan kapal kapal perangnya ke pelabuhan Zanzibar. Tanpa banyak basa basi, tembakan meriam diarahkan ke Istana Zanzibar.
Ledakan demi ledakan mengguncang kota. Bangunan istana runtuh, asap hitam membubung tinggi ke langit, dan suasana berubah menjadi mencekam dalam hitungan menit.
Pasukan Zanzibar yang kalah dari segi persenjataan dan strategi tidak mampu melawan kekuatan militer Inggris. Serangan yang begitu besar hingga membuat pertahanan mereka lumpuh total.
Sehingga dalam waktu kurang dari satu jam, tepatnya 38 menit, peperangan resmi dinyatakan berakhir.

Dampak perang singkat ini sangat signifikan. Sejarah mencatat sekitar 500 korban jiwa dari pihak Zanzibar, sementara dari pihak Inggris hanya satu orang prajurit yang dilaporkan tewas.
Sultan Khalid sendiri akhirnya melarikan diri dan mencari perlindungan di wilayah lain.
Hingga kini, perang ini masih sering dibahas karena keunikannya.
Baca Juga:
Sejarah Kota Malang dari Zaman Kerajaan, Penjajahan Hingga Menjadi Kota Modern Favorit
Banyak orang menilai peristiwa tersebut terasa ironis, bahkan mirip dengan adegan film komedi perang, meskipun kenyataannya penuh tragedi.
Perang Anglo Zanzibar pun resmi dikenang sebagai perang terpendek dalam sejarah dunia.
Sekaligus pengingat bahwa konflik besar bisa meledak hanya karena perebutan kekuasaan yang tak kunjung menemukan kedamaian.








