Mengapa Telur Ayam Bisa Berwarna Warni? Ini Penjelasannya

Malanginspirasi.com – Banyak dari kita mungkin hanya tahu warna telur ayam adalah putih atau coklat. Namun, siapa sangka telur ayam juga bisa berwarna biru, hijau, krem, merah muda, bahkan bercak-bercak? Ternyata, ada ilmu pengetahuan menarik yang menjelaskan fenomena ini.

Penyebab utama perbedaan warna telur ayam adalah faktor genetik. Anda bisa menebak warna telur yang akan dihasilkan seekor ayam hanya dengan melihat warna cuping telinganya.

Ayam dengan cuping telinga berwarna putih biasanya akan menelurkan telur putih, sedangkan ayam dengan cuping telinga yang lebih gelap cenderung menghasilkan telur berwarna coklat atau berwarna lain.

Sebenarnya semua telur awalnya berwarna putih karena cangkang telur terbuat dari kalsium karbonat. Warna muncul kemudian, berkat pigmen yang ditambahkan selama proses pembentukan telur di dalam tubuh ayam.

Ketika telur bergerak melalui saluran tubuh ayam, ia melewati lima tahap proses. Pada tahap keempat, pigmen dipendakan ke permukaan cangkang, memberikan warna akhir pada telur. Berbagai ras ayam menghasilkan pigmen yang berbeda-beda.

Misalnya, ras Ayam Leghorn Putih biasanya menelurkan telur putih, sedangkan ras Rhode Island Reds dan Plymouth Rocks menghasilkan telur berwarna coklat. Warna coklat berasal dari pigmen yang disebut protoporfirin, yang ditambahkan pada tahap akhir proses pembentukan cangkang. Oleh karena itu, bagian dalam cangkang tetap berwarna putih.

Beberapa ras ayam, seperti Ameraucana, menghasilkan telur berwarna biru karena mereka memiliki pigmen yang disebut oositin, yang mewarnai cangkang secara keseluruhan, baik dari luar maupun dalam.

Jika Anda menyilangkan ayam yang menelurkan telur biru dengan yang menelurkan telur coklat, Anda akan mendapatkan telur berwarna zaitun. Ras-ras lain yang menelurkan telur berwarna-warni antara lain Araucanas, Dongxiang, dan Lushi.

Telur yang berbercak juga merupakan fenomena alami yang terjadi ketika penambahan kalsium diberikan selama pembentukan cangkang. Ini bisa disebabkan oleh gangguan kecil dalam proses tersebut atau bahkan kelebihan kalsium dalam tubuh ayam.

Kendati telur berbercak terlihat tak lazim, telur tersebut bisa lebih kuat daripada telur biasa.

Berbagai Faktor Juga Memengaruhi

Sekalipun genetik menentukan warna dasar telur, faktor lain juga dapat sedikit mengubah tampilannya. Usia, diet, stres, dan lingkungan dapat membuat warna telur sedikit lebih terang atau lebih gelap. Misalnya, ayam yang lebih tua mungkin menelurkan telur yang lebih besar tetapi lebih pucat.

Stres akibat penyakit, panas, atau kepadatan juga dapat mempengaruhi ukuran dan bentuk telur, terkadang menyebabkan telur memiliki bentuk yang aneh.

Jika Anda bertanya-tanya tentang warna kuning telur, hal itu tergantung pada jenis makanan ayam, bukan warna cangkangnya. Ayam yang diberikan tanaman kaya pigmen kuning-oranye cenderung menelurkan telur dengan kuning telur yang lebih gelap.

Ayam yang diberikan makanan berupa jagung atau biji-bijian biasanya menelurkan telur dengan kuning telur yang lebih terang.

Ayam petelur dalam skala industri yang diberi pakan biji-bijian akan menghasilkan telur berwarna coklat terang. (Pond5)

Penelitian menunjukkan meski kuning telur yang lebih gelap dan lebih terang memiliki nilai gizi yang serupa, telur dari ayam yang dipelihara di padang rumput biasanya memiliki lebih banyak omega-3, vitamin, dan kolesterol yang lebih rendah.

Menariknya, kadang-kadang seekor ayam menelurkan telur dengan dua kuning telur. Ini terjadi ketika dua kuning telur dilepaskan terlalu dekat, biasanya pada ayam muda yang tubuhnya masih belajar untuk menghasilkan telur.

Dengan demikian, warna-warna menarik pada telur ayam bukan hanya soal estetika. Melainkan juga cerminan dari proses biologis yang menarik di baliknya.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *