Malanginspirasi.com – Tim arkeolog dari Institut Samarkand berhasil mengungkap penemuan besar di wilayah Kashkadarya, Uzbekistan selatan. Mereka menemukan sisa-sisa kota berbenteng kuno yang berusia sekitar 2.300 tahun yang dikenal oleh warga setempat sebagai “Baburtepa.”
Situs kuno ini terletak di sebuah bukit dekat Desa Pastol, bagian timur Distrik Kamashinsky.
Berdasarkan survei terbaru, kota ini memiliki luas mencapai 6 hektare atau setara 14,8 hektar dan diperkirakan menjadi pusat perdagangan penting yang menghubungkan Bukhara dengan Khorezm.
Kota benteng di Uzbekistan ini diperkirakan dihuni selama kurang lebih satu milenium, dari abad ke-3 SM hingga abad ke-3 M.
Dalam dua tahun terakhir, penggalian di tiga sektor situs mengungkap fondasi benteng kota yang kokoh. Termasuk benteng utama, pos jaga, dan tembok pertahanan.
“Area tengah situs kemungkinan besar berfungsi sebagai istana atau aula upacara,” ujar Sanjar Abdurakhimov, salah satu pimpinan proyek penggalian.
Di lokasi tersebut, tim menemukan ruangan luas, ruang-ruang tambahan, serta fragmen lukisan dinding berwarna cerah yang memberikan wawasan langka tentang tradisi seni kuno di kawasan tersebut.
Pusat Kerajinan
Selain arsitektur monumental, Baburtepa ternyata juga merupakan pusat produksi kerajinan yang ramai.
Penggalian menghasilkan temuan bengkel tembikar, area pemotongan batu, wadah penyimpanan, serta berbagai keramik.
Patung-patung kecil, amphora, dan guci pemakaman menunjukkan gaya khas dengan pengaruh budaya dari Kekaisaran Seleukid hingga Kekaisaran Kushan kemudian.
Baca Juga:
Anjing Temani Manusia Bermigrasi ke Eurasia Sejak Ribuan Tahun Lalu
Penelitian Terbaru, Mars Mungkin Simpan Cadangan Air Bawah Tanah
Penemuan ini menjadi bagian dari gelombang aktivitas arkeologi yang meningkat di oasis Kashkadarya.
Sepanjang tahun 2025 saja, para peneliti telah mendata lebih dari 100 situs baru yang sebelumnya tidak tercatat.
Institut Samarkand berencana melanjutkan penggalian jangka panjang di Baburtepa, dengan fokus pada kawasan administrasi dan pemukiman warga. Hal ini untuk mengungkap lebih dalam organisasi politik serta kehidupan sehari-hari penduduk kota kuno tersebut.







