Salar de Uyani, Kejaiban Gurun Garam Terluas yang Ciptakan Efek Cermin Terbesar di Dunia

Malanginspirasi.com – Dataran Garam Uyani (Uyani Salt Flat), juga dikenal sebagai Salar de Uyani adalah salah satu fenomena alam paling menakjubkan di planet ini.

Terletak di Provinsi Daniel, Campos di Potosi, Bolivia barat daya, dekat puncak gunung Andes pada ketinggian 3.656 meter (11.995 kaki) di atas permukaan laut.

Area ini membentang seluas 10.582 kilometer persegi (4.086 mil persegi). Keunikan dan skala luasnya menjadikannya destinasi wajib bagi pecinta alam, fotografer, dan pelancong dari seluruh dunia.

Fenomena Efek Cermin Terbesar di Dunia

Fenomena paling ikonik yang menarik jutaan pengunjung setiap tahunnya adalah “efek cermin terbesar di dunia.”

Salar de Uyani, Kejaiban Gurun Garam Terluas yang Ciptakan Efek Cermin Terbesar di Dunia
Salar de Uyuni saat musim hujan membuat Jeep ini tampak seolah mengapung di langit (www.jetsetteralerts.com)

Saat musim hujan tiba, umumnya dari Desember hingga April, Salar tertutup oleh lapisan tipis air hujan yang menyelimuti permukaan garam yang sangat rata.

Air ini kemudian bertindak seperti kaca raksasa, memantulkan langit, awan, bahkan siluet pegunungan pada permukaannya.

Sehingga menciptakan ilusi optik bahwa pengunjung tengah berjalan di atas langit sendiri.

Pemandangan ini menjadikan Salar de Uyuni sebagai salah satu lokasi paling fotogenik di bumi dan sering disebut sebagai “sky on earth” karena refleksinya yang sempurna.

Asal-Usul Salar de Uyani
Salar de Uyani, Kejaiban Gurun Garam Terluas yang Ciptakan Efek Cermin Terbesar di Dunia
Endapan garam di Salar de Uyuni, Bolivia, membentuk pola-pola menarik di tengah lanskap yang memesona. (Getty Images/Art Wolfe )

Di lansir dari laman unesco, Keindahan Salar de Uyani ini adalah hasil dari proses panjang ribuan tahun.

Ribuan tahun lalu, kawasan ini dulunya merupakan sebuah danau purba yang sangat luas, danau Minchin.

Baca Juga:

Fenomena Brine Pools, Kolam Asin Mematikan di Laut

Seiring waktu, danau ini secara bertahap menguap dan terbagi menjadi beberapa danau kecil seperti Poopo dan Uru Uru, serta gurun garam besar termasuk Slaar de Uyani.

Sisa endapan mineral dari danau purba membentuk lapisan garam tebal dengan pola alami berbentuk heksagonal.

Hamparan Putih Tak Berujung

Selain menyuguhkan fenomena efek kaca pada musim hujan, pada musim kemarau, yaitu antara April hingga November, lapisan air menghilang.

Memperlihatkan permukaan garam kering dengan pola kristal heksagonal yang rumit seperti mosaik alam.

Hamparan putih ini seakan tad ada habisnya, tak berujung, memberi kesan berjalan di gurun salju di bawah teriknya matahari, tak kalah memukau dari efek cermin.

Salar de Uyani, Kejaiban Gurun Garam Terluas yang Ciptakan Efek Cermin Terbesar di Dunia
Hamparan garam putih berbentuk heksagon alami pada musim kemarau. (Britannica)
SDA yang Bernilai Ekonomis

Selain keajaiban visualnya, Salar de Uyuni memiliki nilai ekonomi dan ilmiah yang besar.

Endapan garamnya yang tebal tidak hanya menjadi sumber garam tradisional, tetapi juga menyimpan cadangan litium terbesar di dunia. Komponen utama baterai untuk perangkat elektronik dan kendaraan listrik modern.

Cadangan ini diperkirakan mencapai jutaan ton, dan membuat Bolivia menjadi pemain penting dalam persaingan sumber daya mineral global.

Potensi litium ini menarik perhatian industri dan peneliti, meskipun eksploitasi besar-besaran juga menimbulkan pertanyaan tentang konservasi lingkungan di kawasan yang rapuh ini.

Pulau di Tengah Dataran Garam

Keunikan Salar de Uyuni tidak hanya berhenti pada pemandangan cerminnya. Di tengah hamparan garam yang luas, terdapat Isla Incahuasi.

Sebuah pulau di tengah salar yang terkenal dengan kaktus raksasa dan fosil-fosil kuno, menjadi oasis kehidupan di tengah lanskap putih yang monoton.

Salar de Uyani, Kejaiban Gurun Garam Terluas yang Ciptakan Efek Cermin Terbesar di Dunia
Kaktus Pulau Incahuasi (www.jetsetteralerts.com)

Wisatawan juga dapat menjelajahi Cemetery of Trains yang bersejarah di pinggiran kota Uyuni, tempat lokomotif tua berkarat menciptakan kontras menarik dengan latar dataran garam.

Meskipun belum resmi masuk daftar warisan dunia UNESCO, kini kawasan ini sudah diusulkan sebagai salah satu kandidat.

Sebelumnya, UNESCO telah memasukkan kawasan sekitar Andes sebagai Cagar Biosfer, sehingga harapannya kawasan unik ini mendapat perlindungan lebih luas.

Pengakuan UNESCO di masa depan diharapkan bisa memperkuat upaya konservasi, sekaligus meningkatkan pariwisata berkelanjutan di Bolivia.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *