Dosen UB Gagas Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis Teknologi AI

Uji Coba Prototipe di Karangploso

Saat ini, prototipe LENTERA telah diuji coba di laboratorium in vivo di Karangploso. Uji coba tersebut bertujuan mengukur dampak pengaturan suhu terhadap berat badan ayam.

“Kalau suhu kandang nyaman, ayam cenderung lebih banyak makan daripada minum. Ini berpengaruh langsung pada kenaikan bobotnya,” terangnya.

Pengembangan LENTERA melibatkan kolaborasi lintas fakultas, terutama dengan Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) UB.

Dosen FILKOM Tirana Noor Fatyanosa, S.Kom., M.Kom., Ph.D., menjelaskan perannya dalam  pengembangan teknologi AI tersebut.

“Kami mengembangkan model prediktif berbasis machine learning yang memproses data suhu, kelembapan, dan konsumsi pakan secara real-time. Model ini dapat memberikan rekomendasi atau bahkan mengatur kondisi kandang secara otomatis untuk mencapai hasil optimal,” jelas Tirana.

FILKOM juga menyediakan dukungan teknis berupa server untuk memproses data yang dihasilkan oleh sistem IoT. Teknologi ini memungkinkan integrasi data dari berbagai sensor di kandang, sehingga memberikan analisis yang lebih mendalam terkait produktivitas ternak.

Tirana mengungkapkan bahwa dalam pengembangan teknologi berbasis AI akan memiliki tantangan tersendiri.

“Karena kita mengambil data dari perangkat IoT dan itu real-time, maka kita harus memastikan bahwa data tersebut akurat. Permodelan AI juga perlu disesuaikan dengan karakteristik data yang diperoleh. Tantangan lain juga bisa dilihat pada processing data yang mana data mentah yang kita dapatkan perlu dibersihkan, diolah, agar bisa digunakan secara optimal oleh model AI,” katanya.

Ia menambahkan, dalam proyek LENTERA biaya pengembangan teknologi ini sudah tergolong sepadan dengan manfaat yang dihasilkan.

“Cost pengembangan teknologi ini sudah termasuk worth it mengingat manfaat yang dihasilkan besar. Terutama dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas peternakan. Jadi, kalau bisa kita optimalisasi microclimate di dalam kandang, otomatis akan meningkatkan hasil panen dan mengurangi risiko kematian ternak,” ujarnya.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *