Malanginspirasi.com – Doa setelah majelis menjadi amalan penting yang mengiringi setiap pertemuan, baik berupa pengajian, kegiatan belajar, shalawatan, rapat, maupun forum diskusi.
Menghadiri majelis-majelis tersebut merupakan aktivitas bernilai positif karena menjadi sarana menambah ilmu, mempererat silaturahmi. Serta menumbuhkan keberkahan dalam kehidupan sehari-hari.
Namun, ramainya sebuah majelis dan baiknya tujuan kegiatan tidak serta-merta menjamin seseorang terbebas dari kekhilafan selama berada di dalamnya.
Dalam sebuah pertemuan, sering kali tanpa disadari muncul sikap atau ucapan yang kurang terjaga. Seperti membual, berlebihan dalam berbicara, merasa lebih baik dari orang lain, atau meremehkan sesama.
Hal ini wajar terjadi karena manusia memiliki sifat lalai dan mudah khilaf. Oleh sebab itu, Islam memberikan tuntunan agar setiap majelis ditutup dengan doa.
Anjuran Membaca Doa Setelah Majelis
Dilansir dari Instagram @nuonline_is, para ulama menganjurkan setiap muslim yang hendak meninggalkan sebuah majelis untuk membaca doa khusus.
Tujuannya sebagai bentuk permohonan ampun kepada Allah SWT. Doa ini dikenal sebagai doa kafaratul majelis.
Yaitu doa penutup majelis untuk menghapus kesalahan yang terjadi selama pertemuan berlangsung.
Adapun doa yang dianjurkan untuk dibaca adalah: سُبْحانَكَ اللَّهُمَّ وبِحَمْدِكَ أشْهَدُ أنْ لا إِلهَ إِلاَّ أنْتَ أسْتَغْفِرُكَ وأتُوبُ إِلَيْكَ
Subhânakallâhumma wa bihamdika asyhadu an-lâilâha illâ anta astaghfiruka wa atûbu ilaik
Artinya: “Maha Suci Engkau, ya Allah. Segala sanjungan untuk-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. Aku memohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”
Doa ini memiliki keutamaan yang besar. Dalam sebuah hadits shahih riwayat At-Tirmidzi dijelaskan bahwa setiap muslim yang membaca doa tersebut sebelum berdiri dari tempat duduknya.
Maka kesalahan-kesalahan yang terjadi selama majelis itu akan diampuni oleh Allah SWT.
Baca Juga:
Doa Saat Hati Takabur atau Sombong
Penjelasan mengenai keutamaan doa setelah majelis ini ada dalam kitab Al-Adzkâr karya Imam An-Nawawi.
Beliau menegaskan bahwa doa ini dianjurkan untuk dibaca di setiap akhir pertemuan, baik majelis besar maupun kecil.
Dengan membaca doa setelah majelis, seorang muslim diajak untuk selalu rendah hati dan menyadari bahwa dirinya tidak luput dari kesalahan.
Doa ini sekaligus menjadi bentuk muhasabah agar lebih menjaga lisan dan sikap dalam setiap pertemuan.
Sebagai penutup, membiasakan membaca doa setelah majelis merupakan amalan sederhana tapi penting dan punya banyak keutamaan.
Selain mengikuti tuntunan Rasulullah SAW, doa ini menjadi pengingat agar setiap aktivitas. Termasuk pertemuan dan diskusi, selalu diakhiri dengan istighfar dan taubat kepada Allah SWT.







