Malanginspirasi.com – Minum kopi telah menjadi bagian dari rutinitas harian banyak orang. Bahkan ada yang bilang, nggak fokus kalau belum ngopi.
Kopi juga diklaim bisa meningkatkan energi. Namun, bagi pasangan yang tengah merencanakan kehamilan, kebiasaan sederhana ini sebenarnya perlu diperhatikan dengan lebih serius.
Dilansir dari rspkumusby, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa konsumsi kafein dapat memengaruhi peluang kesuburan kehamilan. Sehingga batas aman asupannya perlu dipahami dengan baik.
Walaupun tidak ada aturan mutlak yang melarang konsumsi kopi, memahami bagaimana kafein bekerja dalam tubuh sangat penting untuk membantu menjaga kesehatan reproduksi.
Karena kafein yang dikonsumsi dalam jumlah berlebihan dapat menimbulkan efek tertentu pada hormon serta fungsi reproduksi, baik pada pria maupun wanita.
Pengaruh Kafein terhadap Kesuburan
Kafein merupakan stimulan yang dapat memengaruhi fungsi tubuh, termasuk sistem hormonal.
Sejumlah studi mengindikasikan bahwa konsumsi kafein berlebih dapat menurunkan peluang terjadinya kehamilan, meskipun mekanisme pastinya masih terus diteliti.
Pada wanita, kafein diduga dapat memengaruhi proses ovulasi serta mengganggu keseimbangan hormon.
Dampak ini berpotensi memperpanjang waktu yang dibutuhkan seorang wanita untuk dapat hamil.
Pada pria, konsumsi kafein yang terlalu tinggi juga dikaitkan dengan penurunan kualitas sperma.
Hal ini meliputi berkurangnya motilitas atau pergerakan sperma, menurunnya jumlah sperma, serta perubahan bentuk sperma yang dapat memengaruhi keberhasilan pembuahan.
Karena itu, mengontrol jumlah kafein harian menjadi penting bagi kedua belah pihak.
Batas Aman Konsumsi Kafein
Berdasarkan pedoman dari berbagai lembaga kesehatan, batas aman konsumsi kafein berada pada kisaran 200–300 mg per hari.
Jumlah ini setara dengan sekitar satu hingga dua cangkir kopi seduh. Batas ini dianggap cukup aman untuk pria maupun wanita yang sedang dalam program hamil. Namun, perlu diperhatikan bahwa kafein tidak hanya berasal dari kopi.
Teh, cokelat, minuman berenergi, dan beberapa obat pereda nyeri juga mengandung kafein. Oleh karena itu, penting untuk memperhitungkan total asupan kafein dari semua sumber setiap harinya.
Bagi mereka yang ingin tetap menikmati minuman hangat tanpa mengganggu program kehamilan, ada beberapa alternatif yang lebih ramah bagi kesehatan reproduksi.
Teh herbal bebas kafein seperti chamomile atau peppermint dapat menjadi pilihan.
Selain itu, susu hangat yang kaya kalsium juga bisa membantu menenangkan tubuh sekaligus memberikan nutrisi tambahan.
Infused water dengan buah atau rempah segar juga menjadi alternatif menarik karena dapat membantu menjaga hidrasi tanpa tambahan kafein.
Baca Juga:
Sering Berbuka Puasa dengan Kopi? Hati-Hati, Ini Bahayanya Bagi Tubuh
Jus buah dan sayur segar yang tinggi antioksidan juga bermanfaat dalam membantu menjaga keseimbangan hormon serta mendukung kesehatan secara keseluruhan.
Meskipun konsumsi kopi tidak sepenuhnya dilarang selama masa perencanaan kehamilan, membatasi asupan kafein harian tetap dianjurkan.
Baik pria maupun wanita disarankan menjaga konsumsi agar tidak melebihi batas aman demi meningkatkan peluang terjadinya kehamilan.
Jika Anda memiliki kebiasaan mengonsumsi kopi dalam jumlah besar, konsultasikan dengan dokter atau spesialis kandungan untuk mendapatkan saran yang lebih sesuai dengan kondisi Anda.
Dengan pemahaman yang tepat, langkah kecil seperti mengatur konsumsi kafein dapat membantu mempersiapkan kehamilan yang lebih sehat.







