Malanginspirasi.com — Penelitian terbaru menemukan adanya potongan mikroplastik di jaringan hidung yang berdekatan dengan otak. Mikroplastik ini ditemukan di bulbus olfaktorius, bagian hidung yang berperan dalam mendeteksi bau dan terletak di dasar otak. Studi ini memberikan bukti akan keberadaan mikroplastik dalam tubuh manusia yang mengkhawatirkan para ilmuwan dan ahli kesehatan.
Dalam penelitian terbaru yang diterbitkan di JAMA Network Open, mikroplastik ditemukan di bulbus olfaktorius pada delapan dari lima belas jenazah yang diteliti. Ukuran partikel berkisar dari 5,5 mikrometer hingga 26,4 mikrometer. Jauh lebih kecil dibandingkan studi sebelumnya yang menemukan mikroplastik di organ tubuh lainnya seperti plasenta, ginjal, dan hati.
Penulis utama studi ini, Luís Fernando Amato-Lourenço, menjelaskan bahwa partikel-partikel ini dapat berpindah ke bagian lain otak tergantung pada ukuran dan bentuknya.
Resiko Mikroplastik Bagi Kesehatan Otak
Mikroplastik berukuran kecil lebih mungkin melewati blood-brain barrier, yang melindungi otak dan sumsum tulang belakang dari zat berbahaya. Hal ini memungkinkan partikel plastik mencapai otak dan mempengaruhi kesehatan.
Phoebe Stapleton, seorang profesor di Rutgers University, mengatakan bahwa penemuan mikroplastik pada tubuh manusia tidak mengejutkan.
Partikel-partikel ini dapat menyebabkan gangguan pada proses seluler dan membawa zat kimia berbahaya, seperti bisphenol dan phthalates, yang dikenal sebagai pengganggu hormon.
Bahkan, beberapa penelitian telah menemukan bahwa mikroplastik dapat menyebabkan peradangan dan meningkatkan resiko kanker, seperti yang terlihat dalam kasus polipropilena, salah satu jenis plastik yang ditemukan dalam studi ini.

Potongan Mikroplastik Ditemukan di Organ Lain
Mikroplastik tidak hanya ditemukan di hidung. Penelitian sebelumnya menemukan potongan mikroplastik di otak, hati, paru-paru, dan bahkan dalam darah serta air seni manusia. Sebuah studi Maret 2024 menunjukkan bahwa keberadaan mikroplastik dalam arteri karotis dikaitkan dengan resiko serangan jantung, stroke, atau kematian dalam tiga tahun ke depan.
Keberadaan mikroplastik di tubuh manusia ini terus menjadi perhatian. Para ahli memperingatkan bahwa mikroplastik dapat menginvasi sel-sel organ penting dan mengganggu fungsi-fungsi vital.
Selain itu, mikroplastik juga membawa zat kimia berbahaya yang bisa berpindah ke organ vital seperti hati, ginjal, dan otak.
Bagaimana Potongan Mikroplastik Masuk ke Tubuh?
Mikroplastik dapat masuk ke dalam tubuh manusia melalui berbagai cara, dari udara yang kita hirup, air yang kita minum, sampai makanan yang kita konsumsi. Menurut Amato-Lourenço, kebanyakan potongan mikroplastik di udara berasal dari serat pakaian sintetis dan benda sehari-hari seperti karpet dan tirai.
Ketika terjadi peradangan pada mukosa hidung, potongan mikroplastik dapat lebih mudah masuk ke dalam jaringan hidung dan berpotensi menembus ke bagian otak.
Selain itu, sebuah studi sebelumnya menemukan bahwa mikroplastik yang terbuat dari polipropilena dapat memperburuk perkembangan kanker payudara. Hal ini menunjukkan bahwa mikroplastik, meskipun dianggap aman, masih memiliki dampak negatif bagi kesehatan manusia.

Cara Mengurangi Paparan Mikroplastik
Para ahli kesehatan menyarankan berbagai cara untuk mengurangi paparan mikroplastik dalam kehidupan sehari-hari. Dr. Leonardo Trasande dari NYU Langone Health merekomendasikan untuk menggunakan wadah berbahan kaca atau besi tahan karat dan menghindari memanaskan makanan dalam wadah plastik.
Panas dari microwave atau mesin pencuci piring dapat menyebabkan bahan kimia berbahaya dari plastik larut ke dalam makanan atau minuman.
Selain itu, Natural Resources Defense Council menyarankan untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Membawa tas belanja, tumblr serta peralatan makan sendiri saat bepergian sangat dianjurkan.
Mengurangi jejak plastik dalam kehidupan sehari-hari dapat membantu mengurangi resiko paparan mikroplastik.
Semakin banyak bukti yang menunjukkan dampak buruk mikroplastik bagi kesehatan. Sehingga penting bagi kita untuk mulai memperhatikan kemungkinan paparan plastik dalam kehidupan sehari-hari.
Potongan mikroplastik di jaringan hidung hanyalah satu dari sekian banyak bukti bahwa plastik telah menyusup ke dalam tubuh manusia dengan cara yang tidak terduga.







