Malanginspirasi.com — Listeria adalah jenis bakteri yang dapat mengkontaminasi makanan dan berpotensi menyebabkan masalah kesehatan serius. Beberapa kelompok yang paling rentan terinfeksi listeria adalah ibu hamil, bayi baru lahir, orang lanjut usia, dan mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah. Infeksi bakteri ini bisa menyebabkan keguguran, infeksi serius, hingga peradangan otak.
Pada orang yang sehat, listeria biasanya hanya menyebabkan diare dan gejala mirip flu. Namun, bagi kelompok rentan, dampaknya bisa jauh lebih parah.
Makanan yang Rentan Terkontaminasi Bakteri Listeria
Listeria sering ditemukan pada makanan seperti:
- Daging olahan (misalnya sosis, bakso, dan daging asap)
- Produk susu yang tidak dipasteurisasi
- Keju lunak seperti brie, camembert, dan queso fresco
- Ikan asap, es krim, dan sayuran mentah atau olahan
Berbeda dari bakteri lain, listeria dapat tumbuh di suhu dingin, sehingga makanan yang disimpan lama di kulkas lebih rentan terkontaminasi. Kondisi ini membuat bakteri punya lebih banyak waktu untuk berkembang biak dan menjadi lebih berbahaya.
Bagaimana Bakteri Listeria Masuk ke Makanan yang Dimasak?
Daging olahan umumnya sudah dimasak saat diproduksi, tetapi listeria bisa mengkontaminasi makanan setelah proses pemasakan, terutama saat pengemasan atau pemotongan.
Listeria dapat menyebar di pabrik, seperti di lantai, saluran pembuangan, meja, pisau, dan alat lainnya. Sekali peralatan terkontaminasi, bakteri ini sulit dihilangkan karena mampu membentuk lapisan pelindung yang membuatnya lebih tahan terhadap pembersihan biasa.
Bahaya Listeria Bagi Kesehatan
Gejala infeksi listeria biasanya muncul satu hingga dua minggu setelah mengonsumsi makanan yang terkontaminasi, meskipun bisa juga memakan waktu hingga tiga bulan.
Ibu hamil menjadi salah satu kelompok yang harus lebih waspada karena berisiko 10 kali lebih tinggi terinfeksi dibandingkan orang lain.
Infeksi pada masa kehamilan dapat menyebabkan kelahiran prematur, berat badan lahir rendah, bahkan keguguran.
Pada janin yang terinfeksi di dalam kandungan, resiko kesehatan seperti gangguan perkembangan otak, kejang, dan kebutaan juga bisa terjadi. Listeria bisa berakibat fatal, terutama bagi orang yang sangat rentan.
Cara Mencegah Infeksi Listeria
Berikut beberapa langkah sederhana untuk mencegah listeria:
- Hindari makanan beresiko: Ibu hamil, bayi, lansia, dan orang dengan kekebalan tubuh lemah sebaiknya menghindari daging olahan, produk susu tidak dipasteurisasi, dan keju lunak.
- Bersihkan kulkas secara rutin: Pastikan lemari es selalu bersih dengan mencuci bagian dalamnya menggunakan air panas dan deterjen ringan.
- Ikuti aturan “dua jam”: Segera simpan makanan di kulkas atau freezer dalam waktu dua jam setelah disiapkan. Buang makanan yang sudah berada di suhu ruangan lebih dari dua jam.
- Perhatikan tanggal kedaluwarsa: Jangan mengonsumsi makanan yang sudah melewati tanggal kedaluwarsa, terutama produk yang rentan terkontaminasi.
Dengan memahami dan mengikuti langkah-langkah ini, Anda dapat melindungi diri dan keluarga dari risiko infeksi listeria. Tetap waspada terhadap makanan yang Anda konsumsi dan pastikan kebersihan selalu terjaga.
Kesimpulan
Listeria adalah bakteri berbahaya yang dapat mencemari berbagai jenis makanan, terutama daging olahan, produk susu yang tidak dipasteurisasi, dan keju lunak.
Infeksi listeria dapat menyebabkan masalah kesehatan serius, terutama bagi ibu hamil, bayi, lansia, dan orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah.
Pencegahan utama infeksi listeria meliputi menghindari makanan berisiko, menjaga kebersihan kulkas, mematuhi aturan penyimpanan makanan dalam dua jam, serta memperhatikan tanggal kedaluwarsa.
Dengan langkah-langkah pencegahan ini, risiko terkena infeksi listeria dapat dikurangi secara signifikan. Tetap waspada dan pastikan makanan yang Anda konsumsi aman.









