Anak Terlambat Bicara, Perlukah Khawatir? Ini yang Perlu Orang Tua Tahu

Malanginspirasi.com – Ketika anak terlambat atau belum juga mulai bicara di usia yang seharusnya, banyak orang tua langsung merasa cemas. Apakah ini sekadar terlambat atau pertanda gangguan perkembangan?

Kekhawatiran semacam ini wajar, apalagi saat anak seusianya sudah mulai menyebut nama benda, merangkai dua kata, atau menanggapi ajakan berbicara.

Pertanyaannya, sampai titik mana keterlambatan bicara bisa dianggap normal, dan kapan sebaiknya orang tua mulai bertindak?

Setiap Anak Punya Ritmenya Sendiri

Perlu dipahami sejak awal bahwa setiap anak memiliki ritme tumbuh kembang yang berbeda. Beberapa anak cepat berbicara, sementara yang lain lebih lambat tapi unggul dalam aspek motorik atau sosial. Namun tetap ada tahapan perkembangan bahasa yang bisa dijadikan acuan umum.

Umumnya, anak usia satu tahun sudah bisa mengucapkan satu atau dua kata bermakna seperti “mama” atau “dada”. Di usia dua tahun, anak biasanya mampu menyusun dua kata seperti “mau susu” atau “ambil bola”.

Bila anak tidak menunjukkan tanda-tanda ini, bisa jadi ada keterlambatan bicara yang perlu diperhatikan.

Penyebab Keterlambatan Bicara

Ada banyak faktor yang bisa memengaruhi keterlambatan bicara pada anak. Beberapa di antaranya bersifat ringan dan bisa diperbaiki dengan stimulasi rutin, sementara yang lain mungkin membutuhkan penanganan profesional.

Berikut kemungkinan penyebabnya:

– Kurangnya stimulasi verbal dari lingkungan sekitar

– Masalah pendengaran, seperti infeksi telinga berulang

– Riwayat keluarga yang mengalami hal serupa

– Paparan layar berlebihan sejak dini

– Kondisi medis tertentu, seperti spektrum autisme atau gangguan perkembangan bahasa

Melansir Verywell Mind, keterlambatan bicara tidak selalu berarti anak memiliki gangguan berat. Banyak anak yang bisa mengejar ketertinggalannya dengan dukungan dan stimulasi yang tepat, terutama jika ditangani sejak dini.

Tanda-Tanda Anak Perlu Evaluasi

Beberapa indikator umum yang bisa menjadi alarm bagi orang tua antara lain:

– Tidak merespons saat dipanggil di usia 12 bulan

– Belum bisa mengucapkan satu kata pun di usia 16 bulan

– Tidak bisa menyusun dua kata di usia 24 bulan

– Jarang meniru suara, gerakan, atau ekspresi

– Tampak kesulitan memahami instruksi sederhana

Jika satu atau lebih tanda ini muncul secara konsisten, sebaiknya orang tua segera berkonsultasi dengan dokter anak atau terapis wicara untuk evaluasi lebih lanjut.

Stimulasi yang Bisa Dilakukan di Rumah

Sebelum memutuskan terapi, orang tua bisa mulai dari hal-hal sederhana yang dilakukan secara rutin di rumah:

1. Ajak Bicara Sejak Dini

Gunakan bahasa sehari-hari saat berbicara dengan anak, bahkan sejak bayi. Jelaskan apa yang sedang dilakukan, tunjukkan benda, dan beri nama untuk segala hal di sekitarnya.

2. Sering Bacakan Buku

Membacakan buku cerita bergambar membantu memperkaya kosakata dan merangsang minat anak terhadap kata-kata.

3. Batasi Waktu Layar

Terlalu banyak menonton tanpa interaksi aktif bisa membuat anak pasif secara verbal. Gantilah dengan aktivitas bermain bersama yang melibatkan percakapan.

4. Tanggapi Usaha Anak untuk Bicara

Meski ucapannya belum jelas, tanggapi dan apresiasi setiap usaha anak untuk mengucapkan sesuatu. Ini akan membangun rasa percaya dirinya.

Kapan Harus Berkonsultasi?

Jika stimulasi tidak memberikan hasil setelah beberapa bulan, atau jika anak menunjukkan gejala lain seperti tidak merespons suara, kesulitan berkomunikasi secara non-verbal, atau tidak melakukan kontak mata, sebaiknya segera konsultasi ke profesional.

Evaluasi dari dokter anak atau terapis wicara akan membantu menentukan apakah keterlambatan ini tergolong ringan atau perlu penanganan lebih lanjut.

Anak terlambat bicara bukan akhir dari segalanya. Yang paling penting adalah deteksi sejak dini dan dukungan yang konsisten dari orang tua. Anak-anak yang mendapatkan penanganan tepat biasanya bisa mengejar ketertinggalannya dan tumbuh dengan kemampuan bahasa yang baik.

Jadi, jika kamu mulai merasa khawatir, jangan panik tapi juga jangan menunda. Perhatikan, dampingi, dan jangan ragu mencari bantuan jika diperlukan. Karena setiap anak layak untuk tumbuh dan berkembang dengan percaya diri, termasuk dalam hal berbicara.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *