Sebaliknya, bila orang tua memiliki anak berkebutuhan khusus, bukan berarti Anda tidak perlu atau berhenti bersyukur. Karena apabila sang buah hati mengalami perkembangan fisik maupun kognitif, adalah bagian dari izin Allah, dan bukan usaha kita sebagai orang tua. Semua ini tentu merupakan nikmat.
Sehingga, kita harus mengimani takdirnya, perbanyak Syukur, dan sabar tanpa tepi atas segala ketetapannya.
Belajar Dari Anak ‘Istimewa’ yang Mampu Menghafal Al-Quran 30 Juz dengan Mutqin
Dia adalah Naja Hudia. Cerebral palsy tidak membuatnya berhenti menjadi penghafal Al-Quran. Hal ini tentu saja tak luput dari peran orang tua yang terus memperdengarkan ayat-ayat Allah sejak ia masih dalam kandungan. Tak hanya itu, setiap sebelum tidur, Naja juga selalu dibacakan ayat kursi hingga akhirnya ia bisa melafalkan ayat kursi sendiri.

Atas izin Allah, keajaiban dan kenikmatan pun datang pada Naja setelah ia menjadi tahfiz Al-Quran. Matanya yang juling sebelah sembuh dan kesulitannya dalam bernapas berangsur membaik.
Kisah Naja ini bisa menjadi motivasi dan satu bukti bahwa anak berkebutuhan khusus tidak menutup mereka dari prestasi, bahkan masih ada kemungkinan untuk sembuh.
Meski mengidap cerebral palsy, ia tetap bisa menjadi hafiz Al-Quran seperti anak-anak normal pada umumnya.







