5. Memanipulasi Kamu
Dalam pertemanan tidak seharusnya kamu merasa bersalah atas apa yang kamu lakukan atau tidak lakukan. Hal ini mendorong kamu melakukan hal yang tidak kamu mau hanya untuk menyenangkan temanmu.
Ketika kamu menyadari bahwa mereka memanipulasi kamu dan mencoba mengkomunikasikan kepada mereka, mereka mengatakan bahwa kamu salah dan hanya ingin yang terbaik untuk kamu. Itu adalah salah satu perilaku toxic lainnya yang disebut gaslighting.
6. Tidak Bisa Dipercaya
Jika temanmu membocorkan rahasiamu, bahkan menggosipkannya dengan teman lain. Ini sudah termasuk indikasi circle pertemanan toxic.
7. Selalu Ada Drama
Apakah dalam circle pertemananmu selalu ada permasalah? Terlebih mengenai bagaimana seseorang membuat kesalahan terhadap mereka atau menyalahkan seseorang?
Teman yang toxic selalu menciptakan drama. Sifat mereka yang self-centered membuat mereka selalu ingin menjadi yang utama.
8. Tidak Tulus
Ketika temanmu mengakui kesalahannya terhadap kamu dan meminta maaf, mereka terkesan tertekan dan tidak tulus. Atau mereka sering memberikanmu pujian yang kamu rasa lebih cocok dianggap sebagai ejekan.
Mereka juga hanya mengatakan hal positif saat mereka memiliki maksud tersembunyi atau ingin meminta sesuatu darimu.
9. Tidak Dapat Diandalkan
Ketika temanmu hanya hadir saat di masa bahagia dan tidak saat di masa terpurukmu, maka kamu sedang menghadapi teman yang aktif.
10. Mengucilkan Kamu
Teman yang toxic akan membuat jarak diantara kamu. Baik melalui tidak melibatkan kamu dalam beberapa aktivitas atau menyebarkan gosip yang membuat orang lain menjauhimu.
Cara Mengakhiri Circle Pertemanan Toxic
Berikut langkah yang bisa kamu ambil dalam mengakhiri pertemanan yang toxic:
- Menyadari Pertemananmu Toxic: Pertama kamu perlu menyadari bahwa pertemananmu toxic. Kamu bisa merefleksi tanda-tanda diatas pada dinamika pertemananmu.
- Memberi Batasan yang Tegas: Tentukan batasan toleransi yang tegas atas apa yang membuatmu tidak nyaman. Komunikasikan batasan tersebut jika kamu merasa pertemananmu bisa diselamatkan.
- Mengurangi Interaksi: Kurangi intensitas waktu interaksi dengan mereka secara bertahap.
- Mencari Dukungan: Cara dukungan emosional dari teman lain, keluarga, atau psikolog selama proses ini.
- Bersikap Tegas dan Mantap: Akhiri pertemananmu dengan menjelaskan kepada mereka mengapa pertemananmu tidak lagi sehat secara tegas dan mantap.
Kesimpulan
Circle pertemanan yang toxic dapat dilihat melalui tanda-tanda yang sudah disebutkan diatas. Kamu juga dapat mengakhiri circle pertemanan toxic tersebut melalui cara yang bertahap. Yuk seleksi pertemananmu dan miliki mental health yang baik!







