Malanginspirasi.com – Peningkatan daya saing produk usaha kecil menengah (UKM) melalui peningkatan kualitas kemasan menjadi perhatian khusus bagi Bintang Pramudya Putra Prasetya. Dosen jurusan Desain Komunikasi Visual Universitas Ma Chung Kota Malang.
Menurutnya, selain kualitas produk, kemasan yang menarik dapat meningkatkan kepercayaan dan citra market.
“Motivasi saya adalah untuk meningkatkan kesadaran desain dan peningkatan daya saing dari produk UKM Jawa Timur yang berkualitas,” katanya.
Tak sekadar berteori, Bintang berujar bahwa ia sudah menggelar pelatihan Fasilitasi Bedah Kemasan UKM untuk para peserta dari pemilik produk unggulan UPTKUKM Jawa Timur.
Mereka, kata pria kelahiran Pamekasan ini, adalah pelaku 25 UKM Jatim dari bidang kuliner dan kriya telah terkurasi untuk hibah desain dan produksi kemasan.
“Saya memfasilitasi berupa seminar, workshop dan pendampingan desain kemasan pagi pelaku UKM. Luaran yang dihasilkan adalah identitas atau branding beserta desain kemasan baru untuk meningkatkan daya saing pemilik usaha,” lanjutnya.
Bintang menyebut pelaku UMKM tersebut telah merasakan manfaatnya, dimana salah satunya adalah peningkatan kualitas produk.
“Tidak hanya itu, mereka juga telah merasakan adanya peningkatan daya saing serta peningkatan penjualan yang berdampak terhadap omzet,” paparnya.
Tentu ia juga menghadapi tantangan dalam menjalankan kegiatan positif ini. Menurutnya, kesadaran akan pentingnya desain untuk memaksimalkan persepsi market masih belum mengakar di kalangan pelaku UMKM.
“Tak hanya itu, pemahaman pelaku usaha untuk membentuk citra positif melalui branding kemasan yang menarik masih belum tinggi,” lanjut Bintang.

Pelatihan Akan Berlanjut ke Tingkat Provinsi
Namun demikian, bukan berarti tak ada rencana untuk melanjutkan pelatihan akan pentingnya branding pada kemasan karena memang ia bertekad memberikan dampak lebih luas bagi UKM di Jawa Timur.
”Giat bedah desain kemasan bakal terus berkembang karena sebenarnya sudah memiliki demand yang tinggi dari para pelaku UKM,” tegasnya.
“Kami berkolaborasi dengan universitas untuk menjadikannya sebagai program rutin yang berdampak,” Bintang Pramudya menambahkan.
Di masa mendatang, pria yang pernah mendapatkan bantuan fasilitas dan percetakan kemasan bagi UKM Jawa Timur oleh UPTKUKM Jawa Timur ini bakal melakukan perluasan pelatihan yang inklusif.
“Rencananya adalah dengan merangkul para pengrajin difabel di Kota Malang dan nantinya di seluruh Jawa Timur. Dengan demikian, pengrajin dapat meningkatkan daya saing produk UKM yang akan mendorong kenaikan omzet penjualan produk,” ujarnya.







