Sejumlah Diler Tutup, Begini Tanggapan Honda Surabaya Center

Malanginspirasi.com – Santernya pemberitaan ada beberapa diler  Honda yang tutup, khususnya di Kota Pahlawan, mendapatkan tanggapan dari Wendy Miharja, Director Honda Surabaya Center (HSC), selaku diler utama Honda untuk wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara. Ia menjelaskan tutupnya dua diler di Jemursari dan Citra Cakra, karena ada mismanagement internal.

“Memang ada dua diler Honda yang tutup. Dimana ada aturan-aturan guidance dari APM dan diler utama yang tidak bisa dipenuhi oleh dua diler, maka dari APM melakukan penutupan,” terang Wendy kepada para jurnalis di sela-sela peluncuran Honda New HR-V e:HEV beberapa waktu lalu.

Wendy memaparkan sebelum mengambil keputusan final untuk penutupan diler, sesungguhnya bersama APM Honda telah melakukan pertemuan-pertemuan dan pembahasan panjang dengan diler bersangkutan.

Hanya saja karena tidak ada titik temu, maka penutupan menjadi pilihan utama. Kalaupun sekarang tak menjadi diler Honda lagi dan beralih ke merek lain, Wendy pun tak mempermasalahkan.

“Karena tanah dan bangunan adalah milik mereka sebagai owner, dan kini beralih ke bisnis yang lain, maka itu adalah hak mereka,” ungkap Wendy.

Wendy Miharja (kiri), Director Honda Surabaya Center – HSC. (Ist via Otoplasa.co)
Tak Bener Isu Diler Tutup Karena Bangkrut

Dari pantauan Otoplasa, dua diler itu kini beralih memasarkan kendaraan merek Tiongkok dan ada pula dari Amerika Serikat.

Yang bikin heboh, dari kejadian ini ada beberapa pemberitaan berskala nasional dan di media sosial, yang cenderung mendiskreditkan Honda. Bahwa diler tutup karena kalah bersaing dan bangkrut. Padahal kalau berpikir secara jernih dan yang bersangkutan paham serta mengikuti perkembangan otomotif, baik nasional dan intenternasional, kata-kata bangkrut adalah sesuatu yang sangat jauh dari Honda.

Otoplasa akan memberikan gambaran seperti apa sosok perusahaan otomotif sekaliber Honda. Secara nasional, dari data Gaikindo, Honda merupakan pemain utama lima besar. Dan dari hari ini pun, belum ada perusahaan asal Tiongkok yang mampu menggeser angka penjualannya secara nasional!

Kini kembali ke masalah dua diler utama Honda di Surabaya yang tutup, yang dianggap oleh akun-akun medsos akan menyulitkan konsumen pemilik mobil Honda, nyatanya tak demikian.

Otoplasa, sebagai media otomotif yang berpusat di Surabaya bakal memberikan gambaran kondisi medannya. Ambil contoh diler Honda Citra Cakra yang tutup di area Surabaya Barat. Kenyataannya lokasi diler tak jauh dari diler Honda Royal Wiyung.

Di tengah kepadatan Kota Pahlawan, yang jauh dari kemacetan parah jika dibandingkan dengan Jakarta, bisa dibuktikan bahwa waktu tempuh dari diler Honda Citra Cakra yang tutup menuju ke diler Honda Royal Wiyung. Dalam kondisi lalu-lintas normal, bisa ditempuh dalam waktu 10 – 15 menit! Artinya antara kedua diler ini tak terlalu jauh dan dipastikan tak akan menyulitkan konsumen pemilik mobil Honda yang berdomisili di Surabaya Barat.

Lalu bagaimana dengan diler Honda Jemursari yang tutup ke diler Honda yang lain?

Sebagai informasi, di Surabaya telah berdiri banyak diler dan bengkel resmi Honda. Kalaupun di Jemursari sudah tak ada lagi diler resmi Honda, konsumen bisa menuju ke pusat kota, tepatnya ke diler resmi Basuki Rahmat. Atau ke Jalan Kranggan, serta ada pilihan ke Kenjeran. Dimana jika dirata-rata, waktu tempuhnya berkisar 30 menit.

Dari gambaran di atas, masyarakat bisa menyimpulkan sendiri mana pemberitaan yang akurat. Apakah yang viral di medsos itu benar atau tidak?

Oh ya masih ada lagi info menarik lainnya. Di tengah fenomena diler  Honda yang tutup, sesungguhnya Honda Surabaya Center telah melakukan pengembangan wilayah pelayanan dengan membuka diler baru di Lombok Timur.

Saat Otoplasa ke sana, sesungguhnya memang telah ada satu diler resmi Honda, yaitu Naga  Motor 1. Namun karena luas Pulau Lombok mencapai 4.725 km persegi, Honda pun membuka diler baru bernama Naga Motor 2. Dimana jarak antara Naga Motor 1 dan 2 berkisar 50 km, dengan waktu tempuh 1,5 – 2 jam. Jadi tambahan diler baru ini tentu memudahkan para konsumen mobil Honda di sana.

HSC semakin intensif membuka diler baru di area wilayahnya. (Ist via Otoplasa.co)

Pertanyaan selanjutnya dari sekian banyak merek pabrikan otomotif China di Indonesia, yang gencar membuka diler baru di Jakarta dan Surabaya, seberapa gelintir yang memberanikan diri membuka diler baru dengan layanan 3S di Lombok?

Untuk itu biar pembaca sendiri yang mencari jawabannya.

Jadi dari ulasan ini, Otoplasa berupaya mengajak pembaca untuk bisa menyimpulkan mana informasi yang sekadar mencari sensasi di media sosial. (Dian Novianto)

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *