Malanginspirasi.com – Kesuksesan produk rambak sapi ‘Happy Khan’ ternyata hadir dari sosok ‘antisambat’ atau tidak mudah mengeluh, begitu kata sang pemilik yakni Happy Dwiyastuti.
Happy, sapaan akrabnya, mengatakan telah membangun bisnis ini sejak 2009 dimana ia memulai bisnis dengan mengubah rintangan jadi peluang.
”Segala hal yang terjadi, selalu aku pandang sebagai peluang. Lebih tepatnya bagaimana mengubah rintangan menjadi peluang,” ucarnya.
“Menghapus mental block yang membuat diri ini merasa tidak mampu adalah sebuah keharusan,” ia menambahkan.
Perempuan kelahiran Boyolali ini menceritakan bahwa tantangan serta kesulitan datang silih berganti saat mulai membesarkan bisnis Rambak Sapi Happy Khan miliknya.
“Namun, berkat pikiran positif, setiap rintangan selalu aku jadikan pijakan untuk terus belajar,” paparnya.
Bahkan, ia sempat dapatkan teguran keras dari suami saat produknya mulai melesat. Lebih-lebih ketika ia terlalu sibuk mengurusi usahanya.
“Namun tidak perlu merenung terlalu lama, aku langsung mencari makna di balik teguran itu. Aku sadar, pasti ada pesan positif yang harus aku ambil,” tegas mantan jurnalis ini.

Teguran tersebut menjadi pemicu bagi dirinya untuk bekerja cerdas dengan memanfaatkan media sosial berbekal pengalaman sebagai jurnalis senior.
“Teguran dari suami aku jadikan peluang untuk mencari cara baru menjalankan bisnis tanpa harus terlalu sibuk secara fisik. Karena itu aku mulai mencari solusi untuk memaksimalkan potensi online,” lanjut Happy.
Maksimalkan Media Sosial
Ia belajar memanfaatkan platform medsos dari Facebook, kemudian Instagram, Tik Tok, Threads serta WhatsApp Story dan untuk memperkenalkan produk Rambak Sapi Happy Khan.
“Aku mempelajari cara membuat konten yang produktif dengan menelusuri berbagai akun media sosial yang sefrekuensi dengan tujuanku. Jadi aku menerapkan teknik ATM: Amati, Tiru, Modifikasi,” jelasnya.
Tak hanya itu, ia juga mengandalkan storytelling sebagai salah satu senjata pemasaran. Ia mengakui metode tersebut efektif dalam membangun konten yang bisa menarik perhatian calon customers.
Saat ini, Happy Khan sudah memiliki konsumen offline loyal baik untuk rambak sapi matang maupun mentah. Konsumen berdatangan mulai dari toko, pusat oleh-oleh khas Malang, hotel, kafe serta resto,.
“Aku tidak ingin sekadar meniru orang lain tetapi menjadi diri sendiri dengan versi terbaik adalah kekuatan yang membuat usahaku tetap menarik,” pungkasnya.







