Pasar Murah Merjosari Diserbu Warga: Bantuan Sembako Diharapkan Rutin

Malanginspirasi.com – Program Pasar Murah yang diselenggarakan Pemerintah Kota Malang di Lapangan Merjosari pada Selasa (18/11/2025) disambut antusias oleh warga.

Sejak pagi, masyarakat berkerumun untuk mendapatkan sembako dengan harga lebih murah dibanding harga pasar.

Di tengah kondisi ekonomi yang menekan, kegiatan ini dinilai sangat membantu meringankan pengeluaran warga.

Masyarakat Bersuara

Ibu Ana, salah satu warga Merjosari, menilai pasar murah mampu menjawab kebutuhan dasar masyarakat kecil.

Pasar Murah Merjosari Diserbu Warga: Bantuan Sembako Diharapkan Rutin
Beberapa warga yang sedang mengantri untuk membeli sembako murah, diantaranya Hayati, Indah, dan Ana (kiri ke kanan). (Ananda Putri Noviana)

“Program seperti ini sangat membantu karena pengeluaran makin naik, sementara pendapatan turun. Sembako adalah kebutuhan utama masyarakat. Kalau bisa, kegiatan seperti ini dilakukan rutin, dua minggu sekali atau sebulan sekali,” ujarnya.

Dukungan serupa disampaikan Ibu Hayati dari RW 01.

Ia menyebut sembako seperti beras, telur, gula, dan minyak menjadi barang yang paling dicari.

“Perlu sering diadakan supaya tidak antri panjang. Kemarin saya belum dapat, makanya sekarang datang lagi,” tuturnya.

Dari sisi penerimaan bantuan, Ibu Siti Aminah juga merasakan manfaat langsung dari turunnya harga sembako.

Ia menunjukkan barang yang didapat seperti beras, gula, bawang putih, dan minyak goreng.

“Biasanya harga beras bisa sampai Rp16 ribu per kilogram, minyak Rp18 ribu per liter, dan gula juga sekitar Rp16 ribu. Sekarang harganya turun cukup banyak, lumayan membantu kami,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa perbedaan harga tersebut memberikan dampak signifikan bagi pengeluaran keluarga sehari-hari.

Ibu Indah, warga lain, menilai pasar murah jauh lebih bermanfaat ketimbang program MBG (Makan Bergizi Gratis).

“Kalau bantuan makanan cuma sekali makan, cepat habis. Kalau sembako begini bisa untuk beberapa hari. Bahkan kalau bisa ada yang gratis, lebih membantu lagi,” katanya.

Tidak hanya warga, pelaku UMKM yang ikut berjualan juga merasakan dampak positif.

Pasar Murah Merjosari Diserbu Warga: Bantuan Sembako Diharapkan Rutin
Dina, pelaku UMKM yang sedang berjualan di pasar murah Merjosari. (Ananda Putri Noviana)

Dina, pelaku UMKM yang menawarkan brownies, bolen, dan roti apel, menyampaikan bahwa pasar murah menjadi sarana promosi yang efektif.

“Harga tetap sama, hanya kemasannya saya kecilkan. Yang penting produk dikenal warga. Acara seperti ini membantu sekali bagi UMKM,” ungkapnya.

Antrian Kurang Tertib

Meski manfaatnya besar, sejumlah warga menyoroti persoalan antrian yang dianggap kurang tertib.

Seorang warga menyampaikan bahwa lansia, disabilitas, dan orang tua dengan anak kecil sering kali tidak mendapatkan jalur khusus.

“Harusnya ada meja dan petugas khusus untuk lansia dan disabilitas, supaya tidak diserobot. Banyak yang sudah antre sejak pagi,” keluhnya.

Selain itu, pembatasan pembelian yang hanya dapat dilakukan dengan KTP Kecamatan Lowokwaru juga meninggalkan kekecewaan bagi warga dari luar kecamatan yang datang untuk mencari sembako murah.

Kendati demikian, mayoritas warga tetap berharap program ini terus berlanjut.

Program pasar murah dinilai mampu menjaga stabilitas ekonomi rumah tangga, memperluas akses sembako terjangkau, dan memberikan ruang promosi bagi UMKM lokal.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *