Malanginspirasi.com – Forum Sahabat Tunas: Sesi Anak Hebat Belajar Aturan PP Tunas yang digelar di Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh, Malang.
Dalam forumnya, tidak hanya menghadirkan edukasi tentang literasi digital dan perlindungan anak di ranah online.
Akan tetapi juga memperlihatkan bagaimana pesantren ini membangun kemandirian ekonomi melalui usaha bernama Sultan Coffee.
Usaha Kopi
Usaha kopi ini dikelola langsung oleh santri dan menjadi salah satu unit unggulan pesantren.
Muhammad Ubay Cik Ditiro, Penanggung Jawab Sultan Coffee Bahrul Maghfiroh, menjelaskan bahwa usaha ini lahir dari kebutuhan untuk membekali santri dengan keterampilan kewirausahaan.

“Sultan Coffee ini memang didirikan dari pondok untuk membantu mengkaryakan dan memberi skill kewirausahaan kepada adik-adik santri. Selain itu, keuntungan usaha kami juga digunakan untuk membantu santri kurang mampu melalui subsidi beasiswa,” ujarnya.
Tidak hanya fokus pada penjualan, Sultan Coffee juga memproduksi kopi sendiri. Biji kopi diperoleh langsung dari petani, lalu diroasting secara mandiri oleh tim.
Pesantren juga mengelola sebuah warung kopi bernama Warkop BM, sementara produk kopinya tetap menggunakan nama Sultan Coffee.
Saat ini, terdapat tujuh santri yang aktif terlibat dalam operasional produksi dan penjualan.
Jumlah ini terus diperbarui mengikuti regenerasi santri setiap tahun.
Artikel Terkait:
Forum Sahabat Tunas Hadir di Ponpes Bahrul Maghfirah
Beberapa alumni bahkan sudah membuka usaha kopi sendiri setelah mendapatkan pelatihan lengkap mulai dari hulu ke hilir.
“Jadi disini 7 santri kami, kita siapkan untuk terjun langsung dalam operasional produksi dan penjualan, bahkan ada yang membuka usaha kopi setelah mendapatkan pelatihan dari kami,” tuturnya.
Menariknya, Sultan Coffee juga menjadi ruang berkarya bagi peserta aftercare Unit Rehabilitasi Narkoba yang berada di bawah naungan pesantren.
Mereka yang telah menyelesaikan proses rehabilitasi difasilitasi untuk belajar meracik kopi dan mengembangkan keterampilan baru agar siap kembali ke masyarakat.
“Di pondokan punya unit rehabilitasi narkoba. Jadi Sultan Coffee disini untuk aftercare anak-anak rehab yang selesai rehabilitasi narkoba. Yang mau untuk berkarya di bidang kopi, kita latih juga di bidang kopi,” tambah Ubay.

Merambah Mancanegara
Untuk pemasaran, produk Sultan Coffee telah merambah berbagai daerah di luar Jawa, seperti Kalimantan dan Sulawesi.
Bahkan, kopi ini pernah dipesan oleh pelanggan dari Singapura yang awalnya tidak sengaja mampir ke salah satu warkop dan tertarik setelah mencicipinya.
Berdiri sejak 2019, Sultan Coffee terus memperluas dampaknya.
Selain membina santri, mereka juga membuka pelatihan umum dari proses roasting hingga barista bekerja sama dengan Balai Latihan Kerja (BLK).
“Kita juga membuka program pelatihan untuk umum. Pelatihan dari ngeroasting kopi sampai barista. Kami juga sudah kerja sama dengan BLK,” ungkapnya.
Pelatihan ini rutin digelar setiap hari Sabtu dan ke depan akan diperluas untuk sekolah maupun pesantren lain.
Salah satu produk yang paling diminati adalah kopi rempah, hasil perpaduan biji kopi murni dengan berbagai herbal yang ada di Nusantara.
“Produk best seller kami ada di Kopi Rempah, jadi kopi ini di mix dengan berbagai herbal di Nusantara, dan memiliki khasiat untuk kesehatan,” imbuh Ubay.
Varian ini dikenal memiliki manfaat untuk imunitas dan meningkatkan stamina, sehingga menjadi favorit banyak pelanggan.
Dengan semakin banyaknya SDM santri yang ingin mengembangkan usaha, pesantren berencana membuka lebih banyak cabang Sultan Coffee di masa mendatang.
Upaya ini menjadi bukti nyata bahwa kopi tidak hanya menjadi minuman, tetapi juga peluang kemandirian finansial untuk para santri.








