Ayam Tulang Lunak Mondoroko Hadirkan Olahan Ayam Crispy Unik di Kanjuruhan Kreatif Fest 2025

Malanginspirasi.com – Ragam kuliner unik turut meramaikan Acara Kanjuruhan Kreatif Fest 2025 yang digelar di Stadion Kanjuruhan. Salah satu tenant yang menarik perhatian pengunjung adalah Ayam Tulang Lunak Mondoroko, usaha kuliner yang menyajikan olahan ayam dengan konsep tulang yang benar benar bisa dimakan.

Owner Ayam Tulang Lunak Mondoroko, Alifia Mahendra Putri, menjelaskan bahwa nama Mondoroko diambil dari asal kampung halamannya.

“Pemilihan kata Mondoroko itu karena asal kampung halaman saya,” ujarnya saat ditemui di lokasi bazzar.

Teknik Khusus Pengolahan

Alifia menambahkan, usaha yang ia rintis berfokus pada pengolahan ayam tulang lunak yang diolah dengan teknik khusus hingga tulangnya benar benar empuk.

“Jadi saya punya usaha ini kan olahan ayam tulang lunak, jadi benar benar ayam yang bisa dimakan sama tulangnya. Hampir seluruh bagian ayam diolah, mulai dari paha, sayap, ceker, hingga kepala ayam saya olah sampai tulangnya lunak,” tambahnya.

Ia juga meluruskan anggapan sebagian orang terkait produk ceker. Olahan ceker yang disajikan bukan tanpa tulang.

“Jadi kayak ceker itu kan orang mungkin nanya, oh ini ceker tanpa tulang. Tapi sebenarnya cekernya ada tulangnya, sudah bisa dimakan sama tulangnya,” ungkap Alifia.

Ayam Tulang Lunak Mondoroko disajikan dengan konsep digoreng crispy agar lebih menarik dan tahan lama.

“Dikemasnya itu digoreng crispy jadi kayak fried chicken, tapi tulang lunak,” katanya.

Sebagai penambah cita rasa, menu tersebut dikombinasikan dengan sambal ebi khas yang gurih manis.

Ayam Tulang Lunak Mondoroko Hadirkan Olahan Ayam Crispy Unik di Kanjuruhan Fashion Kalcer
Alifia Mahendra Putri bersama wartawan Malang Inspirasi di tenant Ayam Tulang Lunak Mondoroko. (Riznima Azizah Noer)

“Sambel ebinya itu enggak dominan pedas, tapi gurih manis karena ayamnya sendiri sudah kaya rempah,” jelasnya.

Konsep crispy juga dipilih oleh Alifia agar dapat menjangkau semua kalangan.

“Kenapa saya pilih crispy agar anak-anak, remaja, sampai yang tua pun bisa menikmati ayam tulang lunak mondoroko ini,” katanya.

Gunakan Resep Keluarga

Alifia mengungkapkan bahwa usaha ini sebenarnya berawal dari resep keluarga.

“Dulu resep ibu mertua saya sudah pernah buka, tapi lama tutup. Saya mulai lagi tahun 2019, tapi kena Covid akhirnya terpaksa tutup. Lalu 2025 ini, alhamdulillah sekarang sudah mulai buka dine in lagi,” lanjutnya.

Alifia menegaskan bahwa ayam tulang lunak mondoroko ini diolah tanpa bahan pengawet dan penyedap buatan sama sekali.

“Kita nggak pakai micin, nggak pakai penyedap, sampai sambalnya pun juga,” tegasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa tantangan terbesarnya dalam mengelola usaha ini terletak pada mengenalkan produk ke masyarakat luas.

“Orang yang belum tahu itu mikirnya cuma lalapan biasa, padahal ini olahan tulang lunak dengan konsep crispy, benar benar jarang ada di pasaran” katanya.

Untuk kedepannya, Alifia berharap usahanya bisa berkembang lebih luas dan menjangkau ke berbagai kalangan masyarakat.

“Harapan ke depannya bisa punya cabang, nggak cuma di Malang, dan juga memproduksi makanan frozen lebih banyak lagi,” pungkasnya.

Ia optimistis olahan ayam tulang lunak ini dapat menjadi alternatif kuliner baru yang unik dan digemari semua kalangan.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *