Kunjungan Wisatawan Nusantara ke Kota Malang Capai 940 Ribu pada November 2025

Malanginspirasi.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang mencatat perkembangan pariwisata dan wisatawan yang relatif stabil pada November 2025, meskipun terdapat koreksi bulanan pada sejumlah indikator.

Kepala BPS Kota Malang, Umar Sjaifudin, M.Si., menyampaikan data tersebut dalam siaran pers yang disiarkan melalui kanal YouTube BPS Kota Malang pada Senin, 5 Januari 2026, pukul 13.30 WIB.

Penurunan Jumlah Wisatawan

Berdasarkan hasil pencatatan menggunakan Mobile Positioning Data (MPD), jumlah Wisatawan Nusantara (Wisnus) tujuan Kota Malang pada November 2025 mencapai 940 ribu kunjungan.

Angka ini mengalami penurunan 1,03 persen secara month-to-month (m-to-m) dibandingkan Oktober 2025.

Namun masih mencatatkan kenaikan 2,45 persen secara year-on-year (y-on-y) dibandingkan November 2024.

Baca Juga:

Ekonomi Kota Malang Tumbuh 6,29 Persen pada Triwulan III 2025, Didukung Sektor Tersier dan Investasi

Inflasi Kota Malang Desember 2025 Tercatat 0,56 Persen, Dipicu Kenaikan Harga Cabai Rawit dan Emas

Sementara itu, Wisatawan Nusantara asal Kota Malang tercatat sebanyak 707 ribu kunjungan, turun 1,63 persen (m-to-m) dan mengalami kontraksi 11,26 persen (y-on-y).

BPS menjelaskan bahwa pencatatan wisatawan dilakukan melalui pemanfaatan Mobile Positioning Data (MPD), yakni dataset berskala besar yang bersumber dari catatan transaksi dan lokasi pelanggan operator seluler.

Metode ini mengacu pada standar International Recommendations for Tourism Statistics (IRTS), dengan kriteria yang ditentukan.

Antara lain perjalanan antar kabupaten/kota, berada di luar lingkungan sehari-hari. Berdurasi minimal enam jam, bersifat non-rutin, kurang dari 12 bulan, serta tidak bertujuan memperoleh upah atau gaji.

Pendekatan ini dinilai mampu memberikan gambaran yang lebih komprehensif dan aktual mengenai pergerakan wisatawan nusantara.

Catatan TPK Hotel Kota Malang
Kunjungan Wisatawan Nusantara ke Kota Malang Capai 940 Ribu pada November 2025
Statistik tingkat penghunian kamar (TPK) di hotel Kota Malang. (malangkota.bps.go.id)

Dari sisi akomodasi, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) total Kota Malang pada November 2025 tercatat sebesar 50,64 persen. Turun 0,89 poin dibandingkan bulan sebelumnya dan turun 2,26 poin dibandingkan November 2024.

TPK hotel berbintang mencapai 62,87 persen, mengalami penurunan 2,23 poin secara m-to-m, namun masih tumbuh 1,88 poin secara y-on-y.

Sebaliknya, TPK hotel non bintang tercatat sebesar 35,58 persen, meningkat 0,57 poin secara m-to-m dan melonjak 9,30 poin secara y-on-y.

Hal ini mengindikasikan pergeseran preferensi wisatawan terhadap akomodasi yang lebih terjangkau.

BPS juga mencatat Rata-rata Lama Menginap Tamu (RLMT) di Kota Malang pada November 2025 sebesar 1,48 hari.

Lebih tinggi dibandingkan rata-rata Jawa Timur yang sebesar 1,29 hari, namun sedikit di bawah rata-rata nasional 1,50 hari.

Berdasarkan jenis tamu, RLMT gabungan tercatat 1,48 hari, dengan hotel berbintang sebesar 1,61 hari dan hotel non bintang 1,24 hari.

Kunjungan Wisatawan Nusantara ke Kota Malang Capai 940 Ribu pada November 2025
Statistik rata-rata lama menginap dan komposisi tamu di hotel Kota Malang. (malangkota.bps.go.id)
Komposisi Dominasi Tamu Menginap

Tamu asing memiliki rata-rata lama menginap lebih panjang dibandingkan tamu nusantara, meskipun secara komposisi masih didominasi oleh wisatawan domestik.

Komposisi tamu hotel di Kota Malang pada November 2025 didominasi oleh tamu nusantara sebesar 97,26 persen, sedangkan tamu asing hanya 2,74 persen.

Pada hotel berbintang, porsi tamu asing tercatat 3,92 persen, sementara di hotel non bintang hanya 0,71 persen.

Secara umum, BPS menilai kinerja pariwisata Kota Malang masih menunjukkan ketahanan di tengah dinamika musiman.

Peningkatan kunjungan tahunan wisatawan tujuan Kota Malang serta pertumbuhan signifikan pada TPK hotel non bintang menjadi sinyal positif bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif daerah.

Ke depan, penguatan event pariwisata, peningkatan kualitas layanan.

Serta integrasi data berbasis teknologi diharapkan mampu menjaga pertumbuhan sektor pariwisata Kota Malang.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *