
Tak hanya berjualan di Lapangan Rampal, Sara dan Baba Muhammad juga kerap mengikuti berbagai event seperti bazar di kota-kota lain. Mereka ingin memperkenalkan cita rasa khas Timur Tengah kepada masyarakat yang lebih luas, sekaligus bertahan hidup di tengah tantangan ekonomi yang dihadapi.
“Kami berjualan tidak hanya untuk memperkenalkan makanan khas Timur Tengah, tapi juga karena ada kebutuhan hidup yang harus dipenuhi. Ini adalah usaha kami untuk bertahan dan mendukung keluarga kami,” jelas Laily.
Keberanian Sara dan Baba Muhammad untuk mencoba hal baru dan membawa cita rasa otentik Timur Tengah ke tengah-tengah masyarakat Malang patut diacungi jempol. Melalui usaha ini, mereka tidak hanya mendapatkan penghasilan, tetapi juga menciptakan jembatan budaya yang menghubungkan dua dunia yang berbeda.
Dengan dedikasi dan semangat mereka, tak heran jika usaha sandwich kebab ini semakin digemari dan terus berkembang.







