Kampung-Tanah Rantau, Mahasiswa UM Sukses Jualan Pentol Scopus

Malanginspirasi.com — Bagi kebanyakan mahasiswa rantau, Kota Malang mungkin dijadikan tempat berkuliah saja. Namun, berbeda dengan Putra Ahmad Hawali yang berusia 19 tahun. Mahasiswa UM ini, memanfaatkan kesempatan di tanah rantau untuk melanjutkan usaha di kampung, yaitu jualan pentol. 

Awalnya Coba-coba, Kok Jadi Ramai

Ide bisnis ini hadir saat Covid-19. Anjuran untuk mengurangi aktivitas diluar rumah dan memasak sendiri menjadikan bisnis frozen food melonjak. Putra memanfaatkan momentum ini dengan berjualan Bakso Frozen di kampung halamannya, Bangka melalui Facebook. 

Alasan pemilihan bakso pun tak lepas dari minimnya pesaing seperti yang diucapkan Putra. “Dilihat-lihat juga kurang pesaingnya. Kebanyakan bakso (dijual) offline. “

Dari Ibu Rumah Tangga hingga dapur hotel berbintang menjadi langganan dari bakso frozen yang Putra beri nama ‘Bakso Dua Saudara’. Permintaan pelanggan pun ikut berubah, mereka tidak lagi memesan set bakso frozen lagi, melainkan khusus pentol saja. 

Pentol Scopus di Tanah Rantau

Perantauan yang dilakukan Putra tak hanya membawa harapan Sarjana, tapi juga ide usahanya. Ia memodifikasi ide frozen food baksonya menjadi Pentol Scopus. Pentol siap makan yang dilengkapi dengan saus, mayones, dan taburan bawang goreng yang dibandrol Rp. 10.000 saja per porsi. 

pentol scopus
Pentol Scopus yang murah nan menggiurkan lidah. (Rizkha)

Kata Scopus yang dipilih untuk menamai usahanya terinspirasi dari web Jurnal Ilmiah yang sangatlah identik dengan mahasiswa. Identitas ini diharapkan menjadi melekat dan menarik, mengingat pasar utama Pentol Scopus adalah kampus.

Itikad Putra dalam berjualan di kampus didasari mengisi waktu luang, “(jualan) karena isi waktu luang dan ada peluang jualan di kampus.”

Tak Hanya Mahasiswa, Dosen Juga Langganan

Target penjualan dari Pentol Scopus awalnya hanyalah mahasiswa. Namun, seiring waktu ke-eksistannya menarik perhatian dosen yang dilanjut dengan langganan. Putra mensyukuri hal tersebut, “seneng banget, alhamdulillah (Pentol Scopus) dikenal banyak mahasiswa dan dosen.”

Tak hanya giat melakukan eksposur produk di lingkungan kampus dan Instagram, Putra juga kerap ikut pameran kewirausahaan. Salah satunya UM SUPER, pameran kewirausahaan yang diadakan oleh Universitas Negeri Malang guna memberi kesempatan usaha-usaha dagang mahasiswa mendapatkan suntikan dana.

Pentol Scopus yang juga terpilih dalam mendapatkan dana akan dialokasikan kepada ekspansi dan promosi. “Rencananya mau bikin outlet dan buat iklan di media sosial.” Ujar Putra.

Kesimpulan

Melalui Pentol Scopus, mahasiswa UM satu ini menunjukkan bahwa merantau tidak  menghentikan perjuangan usaha yang sudah dibagun di kampung dan menghalangi peluang untuk jualan di tanah rantau. Diakhir wawancaranya, Putra menyampaikan harapannya untuk tetap konsisten menjalankan bisnis meskipun sudah memasuki semester tua.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *