Lesunya Pasar Bareng Klojen Pasca Covid-19

Malanginspirasi.com – Pasar Bareng Klojen, salah satu pusat perdagangan di Kota Malang yang terdiri dari lantai 1 yang fokus pada penjualan sayur dan lantai 2 yang menyajikan seni serta barang antik, saat ini tengah menghadapi situasi yang memprihatinkan.

Di pasar Seni Bareng, banyak toko dengan nama khas masing-masing seperti Singobarong, Megantoro, Kidang Soka, Sabuk Iten, dan masih banyak lagi. Selain itu, di pasar tersebut juga terdapat gamelan, gong yang diletakkan di sekitar area pasar seni.

Ada satu toko yang menjual patung-patung antik seperti patung Budha dan patung garuda yang diletakkan di depan area tokonya. Ada juga toko yang menjual baju-baju tradisional seperti kebaya, blangkon, dan masih banyak lagi.

Sejak pandemi Covid-19, pasar ini mengalami penurunan jumlah pengunjung yang signifikan, sehingga berdampak sangat besar bagi para pedagang.

Sudah berjalan 3 tahun pasca Covid-19, pasar ini masih lesu. Sehingga pedagang menanggung kerugian yang cukup besar.

“Semenjak Covid itu mba, suepi poll. 2022 sempat ramai karena ada caffe-caffe, sekarang sepi lagi,” ungkap salah satu penjual kopi.

Beberapa pedagang sayur dan penjual barang antik juga mengungkapkan keluhan mereka terhadap kondisi pasar yang sepi.

“Dulu pasar ini ramai sekali. Sekarang seolah-olah menjadi gudang yang kosong,” ungkap salah seorang pedagang.

Banyak di antara mereka yang terpaksa menutup kedai masing-masing akibat minimnya penjualan.

Salah satu kios seni di Pasar Bareng yang tak lagi beraktivitas karena nyaris tak ada lagi pembeli. (Ken Sari)

Meski pada sore atau siang hari terlihat banyak pedagang yang melakukan aktivitas berjualan, sayangnya, pengunjung yang datang justru tidak ada. Hal ini membuat situasi semakin sulit bagi para penjual yang bergantung pada keramaian pasar.

Banyak Koleksi Barang Antik

Kondisi ini membuktikan betapa pasar yang dulunya hidup, kini berubah menjadi sepi dan sunyi. Perubahan ini tentu saja menjadi tantangan besar bagi seluruh pedagang di Pasar Bareng Klojen. Padahal banyak sekali koleksi barang antik yang dapat ditemui di dalamnya, namun terkadang penjual lebih memilih berjualan di tempat lain yang lebih menguntungkan dan dapat menopang untuk kehidupan sehari-hari.

Melihat kondisi saat ini, harapan akan kembali adanya keramaian di pasar ini belum tampak, dan banyak pedagang yang terus berjuang untuk bertahan di lesunya ekonomi saat ini.

Authors

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *