Cafe Warna UM Tetap Buka di Bulan Puasa, Sediakan Kue Kering Lebaran

Malanginspirasi.com – Suasana bulan puasa tak akan lengkap tanpa keramaian persiapan lebaran, terutama kue kering. Menyadari peluang ini, mahasiswa S1 Pendidikan Tata Boga Universitas Negeri Malang (UM) yang memegang manajemen Cafe Warna semester ini berinisiatif menjual kue kering lebaran.

Cafe Warna yang terkenal di kalangan mahasiswa UM dengan sajian lezat nan murah dari makanan berat hingga pastry, tak memungkinkan untuk tetap beroperasi seperti biasanya.

Menyiasati ini, tim manajerial pastry bakery Cafe Warna mengusulkan ide untuk menjual kue kering.

Hal itu diungkapkan Mega (21) salah satu tim manajerial kafe tersebut.

“Tim Cafe Warna yang ambil konsentrasi pastry bakery mengambil alternatif untuk menjual kue kering, bertepatan dengan peningkatan permintaan menjelang lebaran,” ujarnya.

Permintaan yang beragam dari pelanggan tak jadi masalah, karena Cafe Warna menawarkan kue kering dalam bentuk satuan, hingga hampers cantik yang siap jadi buah tangan atau parcel.

”Selain ada paket premium hampers, kita masih menjual kue secara satuan,” jelas Mega.

Lebih lengkapnya, berikut rincian harga paket kue kering yang ditawarkan oleh Cafe Warna;

1. Hampers

  • Standar (berisi nastar, kastengel, brownies, dan kue kacang ukuran 250gr) = Rp.130.000
  • Premium (berisi nastar, kastengel, dan choco nut ball ukuran 400gr) = Rp.200.000

2. Satuan

  • Nastar (400gr) = Rp. 61.000
  • Kastengel (400grm) = Rp. 64.000
  • Choco Nut Ball (400gr0 = Rp. 60.000

Variasi kue kering yang disediakan, tentunya membutuhkan manajemen produksi yang baik. Setiap tim yang terdiri dari 11-12 anggota akan bertanggung jawab terhadap satu jenis kue kering.

Kemudian mereka akan membagi tugas dari persiapan bahan, proses baking, hingga pengemasan.

Hanya melakukan produksi pada hari Senin – Kamis saja, tim pastry bakery dapat mengolah sekitar 5-6 kg adonan setiap harinya.

Hampers premium (kiri) hampers standar (kanan). (Rizkha)

Produktivitas mereka selaras dengan penjualan hampers yang mencapai 23 box/hari dengan sistem pembelian langsung datang ke Cafe.

Bahkan di tengah bulan Ramadan, tim pastry bakery hanya mengalami kendala dalam pengaturan jadwal agar tidak berbenturan dengan waktu ibadah.

“Tantangan produksi selama bulan puasa ada di pengaturan jadwal biar sesuai dengan waktu ibadah dan istirahat, sama manajemen stok bahan baku yang harus disiapkan lebih awal. Tapi karena kerja sama tim yang baik, semua bisa diatasi dengan baik,” ujar Mega.

Praktik usaha mahasiswa S1 Pendidikan Tata Boga yang menjanjikan ini tidak hanya diminati oleh masyarakat Universitas Negeri Malang saja, tapi sampai pada kalangan umum.

Kesuseksan wira usaha di lingkungan kampus ini diharapkan mampu membantu mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan nyata dalam usaha kue kering. Bahkan mampu menjadikannya bisnis profesional di luar kampus.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *