Sejarah Awal Terselenggaranya Ishari se-Jawa Timur di Sukolilo Jabung

Malanginspirasi.com – Kegiatan Ishari se-Jawa Timur yang hingga kini rutin digelar setiap bulan Rabiul Awal, pertama kali terselenggara di Desa Sukolilo, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, pada tahun 1990. Lahirnya tradisi besar ini berawal setelah Musyawarah PBNU ketika organisasi dipimpin oleh KH. Imron Hamzah dari Sidoarjo dan acara tersebut diselenggarakan di kediamannya.

Menurut wawancara dengan Bunyai Nur Salim pada 18 Agustus 2025, ada cerita menarik terkait gagasan itu.

Bunyai menuturkan bahwa KH. Imron Hamzah, saat menunaikan ibadah haji bersama KH. Nur Salim, sempat mengatakan kepadanya bahwa tempat musyawarah Ishari se-Jawa Timur akan selalu diselenggarakan di rumahnya.

“Lha iya Kyai, tempat untuk musyawarah Ishari se-Jawa Timur di rumah saya. Terus semua sepakat acara tahunan ini diadakan di Sukolilo Jabung tepatnya ndalemnya Njenengan dan njenengan meminta acara itu akan ada sampai akhir zaman. Namun mengapa dirumah saya belum pernah ditempati Ishari se-Jawa Timur” tuturnnya dengan tertawa.

Foto lawas yang diambil sekitar tahun 1980-an yang memperlihatkan keakraban Mbah Nur bersama Mbah Yai Nadhif Imam Pasuruan. (Ist/Media Sunan Kalijogo Jabung)

Koordinasi penyelenggaraan di wilayah Malang pada saat itu dipimpin oleh sejumlah tokoh, antara lain Pak Sayuti, Pak Fatmun, dan Pak Yahya, dengan arahan dari KH. Bahar Lowokwaru serta H. Abdul Kamal, seorang pendekar silat asal Ciliwung.

Ketika itu belum ada pihak yang bersedia menjadi tuan rumah penyelenggaraan akbar tersebut. Akhirnya, KH. Nur Salim dari Sukolilo, Jabung, mengajukan diri secara sukarela. Ia bahkan berpesan agar kegiatan Ishari di Jabung digelar hingga yaumil qiyamah. Pesan ini pun kemudian disepakati oleh para ulama yang hadir.

Acara perdana itu dimulai pada awal bulan Maulid atau Rabiul Awal, dimulai pukul 21.00 malam hingga 03.00 dini hari. KH. Nur Salim menyediakan delapan ekor sapi untuk keperluan konsumsi, dengan dukungan penuh dari masyarakat sekitar.

Diperkirakan lebih dari 30.000 jamaah Ishari dari berbagai daerah Jawa Timur hadir dalam gelaran perdana tersebut. Suasana semakin meriah dengan dukungan logistik unik: seribu kelapa dari Banyuwangi untuk serundeng, pisang dari Lumajang dan Wagir, serta berbagai bahan pangan lain yang disumbangkan oleh jamaah.

Kegiatan besar ini juga mendapat dukungan langsung dari pihak Pemerintah Kabupaten Malang, yang kala itu menyediakan 18 unit terop besar.

Terop-terop tersebut membentang di sepanjang jalan sekitar rumah KH. Nur Salim, menjadi saksi sejarah awal terselenggaranya Ishari se-Jawa Timur di Sukolilo Jabung.

Langit Berubah Cerah

Ada kisah menarik yang masih dikenang hingga kini. Menjelang acara dimulai, hujan deras mengguyur kawasan Jabung. Namun begitu acara dibuka, langit tiba-tiba cerah dan terang benderang hingga acara selesai. Jamaah pun dapat melaksanakan shalawat dengan khusyuk tanpa hambatan.

Uniknya lagi, karena saat itu belum ada kertas minyak maupun wadah foam, nasi berkat dibungkus menggunakan daun pisang. Saking banyaknya pisang dan kelapa yang disediakan, warga dan jamaah setelah acara berbondong-bondong membawa pulang hasil bumi tersebut sebagai berkah.

Lokasi parkir kendaraan jamaah kala itu bahkan membentang dari Ringin di Kampung Anyar hingga Lapangan Mantren.

Keistimewaan lain dari acara perdana ini adalah melimpahnya sajian yang dibawa oleh jamaah KH. Nur Salim dari berbagai daerah. Mereka datang dengan membawa udang, bandeng, hingga ayam dalam jumlah berkwintal-kwintal.

Sejak saat itu, tradisi Ishari se-Jawa Timur di Sukolilo Jabung terus digelar setiap awal bulan Rabiul Awal.

Peristiwa bersejarah ini tidak hanya menjadi bukti kuatnya kecintaan umat Islam Jawa Timur terhadap shalawat, tetapi juga melambangkan kekompakan, pengabdian, dan keberkahan yang diwariskan oleh KH. Nur Salim serta para tokoh pendiri.

Hingga kini, penyelenggaraan yang berakar dari semangat gotong royong dan ketaatan itu tetap menjadi bagian penting dari kehidupan keagamaan masyarakat setempat.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *