Malanginspirasi.com – Komenpsi Unmer Malang gelar kegiatan Play Based Learning 3B dengan siswa jenjang Sekolah Dasar, Sabtu (11/10/2025).
Tujuan diselenggarakannya kegiatan ini guna meningkatkan motivasi belajar dan mengembangkan literasi anak Sekolah Dasar.
Acara ini diikuti oleh 28 siswa sekolah dasar dari MI Sunan Kalijogo yakni kelas 4, 5, dan 6.
Lutfi Hidayati Fauziah, Dosen Psikologi Universitas Merdeka Malang, sekaligus pembina kegiatan ini sangat antusias menyambut para siswa.

“Disini nanti kita akan belajar tentang 3B yakni belajar, bermain, dan bertumbuh. Jadi kita harapkan adek-adek nanti semua dari sini punya semangat ya untuk belajar. Agar bisa mulai tertata semangat belajarnya untuk ke jenjang yang lebih tinggi, ke SMP, SMA, sampai kuliah,” ujarnya.
Edukasi Menyenangkan
Diawali dengan menyanyikan lagu 4 kata ajaib agar para siswa semangat untuk mengikuti kegiatan ini.
Kegiatan ini bertema dengan konsep 3B, pertama belajar yang bertujuan untuk menambah pengetahuan dan keterampilan dengan cara yang menyenangkan.
Seperti menganalisis cerita rakyat pendek yakni ‘Belajar Berbagi dari Si Monyet dan Tupai’ serta hal tersebut sekaligus melatih kemampuan literasi para siswa.
Kedua, bermain yang tujuannya untuk melatih kreativitas, kerjasama, dan keceriaan melalui aktivitas seru.

Play and Learn IPAS: petualangan lompat kelinci di dunia pengetahuan.
Di sesi ini anak-anak akan diberi pertanyaan kemudian untuk mengetahui jawabannya mereka perlu diskusi dengan teman sekelompoknya.
Lalu setelah mendapatkan jawaban, para siswa akan melompat ke arah jawaban yang benar.
Tentu ini sangat melatih kemampun siswa untuk berpikir cepat dan bekerja sama dengan tim.
Ketiga bertumbuh yang bertujuan untuk mengembangkan diri, karakter, dan literasi untuk masa depan yang baik.
Inspirasi Belajar Baru

Bu Dewi, Guru Kelas 4 MI Sunan Kalijogo, sangat mengapresiasi Universitas Merdeka karena telah mengundang para siswa untuk belajar disini.
Dikarenakan anak-anak dapat belajar dengan berbagai metode.
“Tentu pembelajaran disini dengan di sekolah sangat berbeda, biasanya tuh kalau di sekolah cenderung fokus ke materi. Nah anak-anak cenderung mudah bosen kalau materi saja, jika disini kita secara tidak langsung memberitahu bahwa belajar itu tidak se-membosankan itu. Biar anak-anak semangat juga belajarnya,” ungkapnya.








