Malanginspirasi.com – Di tengah kesibukan kuliah dan berprestasi, sosok gen Z asal Kota Malang, Khalyandhara Pramesthi Regita Wulan terbukti sukses mengelola bisnis sewa kebaya modern dan tren.
Perempuan yang akrab disapa Rara ini menjadi contoh generasi muda produktif dengan capaian prestasi moncer.
Sebagai mahasiswi Public Relations Binus University, pemenang Duta Bahasa Binus 2026, Binus Ambassador 2024, serta Puteri Kartini Jatim 2023, Rara mengungkapkan kunci utama kesuksesannya adalah manajemen waktu yang ketat.
“Kuncinya ada pada skala prioritas dan disiplin diri,” ujarnya kepada wartawan Malang Inspirasi.
Menurut Rara, pilihannya di jurusan Public Relations BINUS Malang sangat tepat karena melihat bidang ini lebih dari sekadar komunikasi.
“Saya melihat kuliah di Public Relations BINUS sebagai pondasi teori, sementara organisasi dan kompetisi menjadi laboratorium praktisnya. Saya membiasakan menggunakan time management yang lumayan ketat, memisahkan waktu untuk akademik, bisnis Pramesthi Kebaya, dan waktu istirahat agar tidak burnout.”
Baca Juga:
Resep Sukses Lolos SNBP Dua Siswi SMA Taman Harapan Malang yang Juga Cetak Prestasi Non Akademik
Menurut Rara, menjadi generasi muda yang produktif bukan berarti melakukan segalanya sekaligus.
“Tetapi memastikan setiap hal yang dikerjakan memiliki tujuan dan hasil yang tepat,” tambahnya.
“Public Relations adalah tentang membangun narasi, reputasi, dan kepercayaan — tiga hal yang sangat krusial di era digital,” katanya.
Wanita berusia 19 tahun ini memilih BINUS University karena ekosistem kampus yang dinamis dan mendukung mahasiswa untuk langsung mempraktikkan ilmu.
“Disini saya tidak hanya belajar teori di kelas, tapi didorong untuk mempraktikkan strategi komunikasi yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini,” jelas wanita berusia 19 tahun ini.
Sederet Prestasi, Mana Yang Paling Berkesan untuk Rara?
Dari berbagai penghargaan yang diraihnya, Rara menyebut Juara 1 Penulisan Pelajar tahun 2022 dan gelar Terbaik I Duta Bahasa BINUS 2026 sebagai momen paling berkesan.“

Prestasi ini bukan hanya soal kemenangan, melainkan tentang tanggung jawab untuk melestarikan bahasa dan literasi yang sejalan dengan kecintaan saya pada sejarah dan budaya,” ungkapnya.
Menjalani kompetisi demi kompetisi tentu tidak mudah.
“Tantangan terbesarnya adalah menjaga konsistensi di tengah persaingan yang sangat ketat. Saya sering harus membagi fokus antara tugas kuliah yang padat dan riset mendalam,” akunya.
Jago Bisnis di Usia 19 Tahun
Di sela kesibukan tersebut, ia bahkan masih berbisnis lewat jasa sewa kebaya, Pramesthi Kebaya.

Sekitar 1,5 tahun lalu, bisnis ini lahir dari kecintaannya pada kebaya dan identitas budaya Jawa
.“Saya melihat ada celah bagi kebaya tradisional yang bisa tampil elegan namun tetap relevan untuk Gen Z dan anak muda,” jelas wanita lulusan SMA Negeri 10 Malang ini.
Target pasarnya adalah kalangan yang menghargai nilai filosofis di balik batik dan kebaya — mulai dari teman sebaya hingga profesional muda yang ingin tampil menawan di acara spesial.
Yang membedakan Pramesthi Kebaya dari brand lain adalah cerita di setiap desainnya.
“Saya tidak hanya menjual model, tapi menjual pengalaman sejarah dan budaya. Setiap kebaya mengkombinasikan pakem tradisional dengan sentuhan modern yang disesuaikan dengan kepribadian klien,” tambahnya.
Pesan untuk Generasi Z di Malang
Kepada generasi muda di Malang, Rara Khalya memberikan pesan kuat seiring dengan prestasi yang ia raih.

“Kunci utamanya adalah keberanian untuk memulai dan konsistensi untuk bertahan. Jangan takut untuk berbeda, dan manfaatkan ekosistem kreatif yang luar biasa di Malang ini.”
Ia menekankan pentingnya menciptakan peluang sendiri.
“Jangan hanya menunggu peluang datang, tapi ciptakanlah peluang itu sendiri melalui karya dan jejaring yang positif.”
Rara yang juga alumni SMP Negeri 21 Malang ini juga tak lupa mengakui peran keluarga dan lingkungan sekitar.
“Dukungan keluarga adalah kunci utama. Tanpa mereka, saya tidak mungkin bisa menyeimbangkan peran sebagai mahasiswa, pengusaha, sekaligus penulis sejarah dan budaya,” pungkasnya.







