Malanginspirasi.com – SLB Al-Fir Ma’unah Malang membangun semangat kemandirian, kreativitas, serta karakter siswa pada satu kegiatan istimewa.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program vokasi berupa rutinitas menjual produk SLB Al-Fir Ma’unah di Pasar Jumat Gandon, Sukolilo. Dengan bertujuan untuk mengembangkan bakat siswa.
Menurut Putri Faizatul, salah satu guru SLB Al-Fir Ma’unah yang mendampingi, pihak sekolah telah melangsungkan kegiatan ini sekitar tiga hingga empat bulan.
“Kira-kira kurang lebih tiga sampai empat bulan anak-anak mulai berjualan disini. Tidak hanya itu, siswa juga menjajakannya di beberapa event di Kecamatan Jabung,” ujarnya.
Program ini berfokus pada siswa yang menguasai keahlian, mengasah ketrampilan wirausaha, sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri bagi anak-anak berkebutuhan khusus.
Tepat didepan maqom KH. Ahmad Badri di Jalan Kramat itu, setiap hari jumat anak-anak berkebutuhan khusus berjualan.
“Kami berjualan disini dimulai sekitar pukul 7 sampai setengah 8 an untuk mempersiapkan jualan dan kembali pulang ke sekolah pada jam 10 untuk mengikuti kegiatan sekolah,” tambah Putri, salah satu murid sekolah.
Semangat Berwirausaha

Salah satu siswa yang memiliki minat untuk terjun ke dunia wirausaha ini adalah Maghfirotul Maulidina.
Ia sangat semangat menawarkan produk hasil olahan teman-teman SLB itu, terlihat sangat antusias ketika ada orang yang berjalan di dekat tempat jualannya.
Semua produk minuman tradisional dan herbal seperti sinom, toga serta suplemen alami yang dijual disini merupakan murni dari hasil SLB Al-Fir Ma’unah.
Mulai dari proses memproduksi, mempacking, hingga mempromosikan di lapangan, mereka melakukan sendiri dengan para guru yang mendampinginya.
“Seluruh komposisi atau bahan dari produk ini murni dari rempah-rempah. Tanaman herbal yang di tanam di pekarangan sekitar sekolah kami manfaatkan dan olah sebagai obat. Gunanya untuk menjaga kesehatan keluarga secara alami yang kemudian kami jual,” tutur Putri.
Berfokus pada Keterampilan
Sekolah yang berada di naungan Yayasan Acintya Sekar Putih ini memang memfokuskan pada pendidikan yang mengembangkan keterampilan bagi anak-anak berkebutuhan khusus.
Selain pelajaran akademik, para siswa dibekali dengan kemampuan praktis sesuai dengan minat dan bakatnya.
Layaknya seperti tata boga, kriya kayu, tata kecantikan, dan kegiatan kewirausahaan sederhana seperti berdagang.
“Disini siswa diajarkan untuk mendalami bakat dan minat untuk lebih mematangkan lagi agar menjadi bekal yang dibawa etika lulus dari SLB. Sehingga mereka dapat membuka usahanya sendiri,” jelas Putri.

Dukungan Masyarakat
Masyarakat setempat serta jamaah yang menggelar pengajian di Masjid Al-Falah menyambut positif kegiatan ini.
Selain dapat memberikan pengalaman bagi siswa, juga menjadi sarana sosialisasi bahwa anak-anak berkebutuhan khusus.
Terkhusus mereka yang memiliki potensi dan kreativitas yang patut diapresiasi tanpa membandingkan dengan anak-anak normal lainnya.
“Melalui kegiatan ini, kami memiliki harapan agar anak-anak bisa mandiri serta berani untuk menunjukkan kemampuannya di masyarakat. Mereka sama, hanya saja membutuhkan kesempatan agar bisa berkembang,” ujar Putri sekaligus menutup wawancara.
Dengan adanya dukungan guru serta masyarakat sekitar, SLB Al-Fir Ma’unah akan terus mengupayakan mencetak generasi anak-anak berkebutuhan khusus yang mandiri, produktif, dan berdaya saing.








