Malanginspirasi.com – Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem (FTAB) Universitas Brawijaya (UB) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional setelah enam dosen FTAB berhasil lolos seleksi Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026.
TEP 2026 merupakan sebuah program strategis Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia yang berfokus pada penguatan pembangunan kawasan transmigrasi melalui pendekatan riset, kajian ilmiah, dan pengabdian kepada masyarakat.
Keenam dosen tersebut adalah Ahmad Zaki Mubarok, Ph.D. yang akan bertugas di Kawasan Transmigrasi Tobadak, Sulawesi Barat; Dr. Eng. Elya Mufidah, S.Pi., M.P.; Dr. Panji Deoranto, S.TP., M.P.; Dr. Ir. Anang Lastriyanto, M.Si.; serta Yusron Sugiarto, S.T.P., M.P., M.Sc., Ph.D. yang akan bertugas di Kawasan Transmigrasi Klamono Segun, Sorong, Papua Barat Daya. Sementara itu, Prof. Dr. Ir. Bambang Susilo, M.Sc.Agr., IPU. akan menjalankan penugasan di wilayah Sulawesi Barat.
Program Patriot merupakan inisiatif kerelawanan dan pengabdian masyarakat yang dikembangkan oleh Kementerian Transmigrasi RI untuk mengirimkan sumber daya manusia unggul ke berbagai kawasan transmigrasi di Indonesia.
Baca Juga:
Inovasi FTAB UB Kembangkan Air Kondesat Dehumidifier Alternatif Pengganti Akuades
Pelepasan Mahasiswa FTAB UB di Program 3M, Rektor UB Tegaskan Kampus Harus Hadir Beri Dampak Nyata
Program ini bertujuan melakukan riset, kajian, pendampingan, serta mendorong percepatan tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru sekaligus mendukung pemerataan pembangunan di wilayah pelosok dan kawasan strategis nasional.
Salah satu program unggulan dalam inisiatif tersebut adalah Tim Ekspedisi Patriot (TEP), yang melibatkan tenaga multidisipliner dari berbagai bidang keilmuan untuk memberikan pendampingan dan solusi berbasis ilmu pengetahuan kepada masyarakat.
Program ini mendapat antusiasme yang sangat tinggi dengan lebih dari 10.000 pendaftar yang mengikuti proses seleksi melalui sepuluh perguruan tinggi mitra di Indonesia pada tahun 2026.
Dekan Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem Universitas Brawijaya, Prof. Yusuf Hendrawan,STP. M.App.Life.Sc.Ph.D., , menyampaikan apresiasi atas keberhasilan para dosen FTAB yang berhasil lolos dalam program nasional tersebut.
“Keberhasilan enam dosen FTAB Universitas Brawijaya dalam seleksi Tim Ekspedisi Patriot 2026 merupakan bukti nyata pengakuan nasional terhadap kapasitas akademik, profesionalisme, dan komitmen sivitas akademika FTAB dalam mendukung pembangunan Indonesia. Kami memandang bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki fungsi pendidikan dan penelitian, tetapi juga tanggung jawab untuk menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat, terutama di kawasan-kawasan yang menjadi prioritas pembangunan nasional,” ujar Prof. Yusuf Hendrawan.
Lebih lanjut, Dekan juga menegaskan keterlibatan dosen FTAB dalam Tim Ekspedisi Patriot sejalan visi fakultas untuk menghasilkan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat dan pembangunan berkelanjutan.
“Melalui keikutsertaan dalam program ini, para dosen tidak hanya membawa kompetensi akademik dan teknologi yang dimiliki Universitas Brawijaya. Tetapi juga menjadi agen perubahan yang berkontribusi dalam penguatan sektor pertanian, perikanan, pengembangan ekonomi lokal, serta pemberdayaan masyarakat. Kami berharap kehadiran mereka dapat memberikan dampak nyata dalam mendorong pertumbuhan ekonomi baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kawasan transmigrasi,” tambahnya.
Keberhasilan ini semakin memperkuat posisi FTAB Universitas Brawijaya sebagai institusi pendidikan tinggi yang aktif berkontribusi dalam pembangunan nasional melalui implementasi ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Partisipasi para dosen dalam Tim Ekspedisi Patriot 2026 diharapkan dapat menghasilkan berbagai rekomendasi, model pengembangan, serta inovasi yang mendukung kemajuan kawasan transmigrasi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia.







