Pelepasan Mahasiswa FTAB UB di Program 3M, Rektor UB Tegaskan Kampus Harus Hadir Beri Dampak Nyata

Malanginspirasi.com – Rektor Universitas Brawijaya (UB) Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D.Med.Sc menegaskan komitmen penuh perguruan tinggi dalam memberikan dampak nyata bagi masyarakat secara terukur saat melepas  856 mahasiswa Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem (FTAB) dalam Program Mahasiswa Membangun Mitra (3M),  Senin (22/06/2026).

Di hadapan Wali Kota Malang Ir. Wahyu Hidayat M.M, yang hadir dalam acara tersebut, Prof Widodo melaporkan bahwa kontribusi konkret ini merupakan bagian dari pemenuhan Indikator Kinerja Utama (IKU/KPI) yang diamanatkan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).

Ia katakan bahwa kampus diwajibkan untuk menghitung, mendata, dan melaporkan dampak riilnya pada tiga sektor krusial: sosial, ekonomi, dan lingkungan.

“Alhamdulillah dampaknya luar biasa, Pak Wali. Nanti laporannya mungkin kita bisa kirim ke Pak Wali juga. Hari ini mahasiswa akan terjun dan belajar langsung kepada masyarakat untuk menggerakkan sektor sosial, ekonomi, dan lingkungan menjadi lebih baik,” ungkap Rektor UB tersebut dalam sambutannya di halaman depan Gedung Rektorat.

Salah satu sorotan utama dalam sambutan Prof Widodo adalah keberadaan program Kampung Lingkar Kampus (KLK).

Baca Juga:

FTAB UB Lepas 856 Mahasiswa dan 57 Alat Teknologi Tepat Guna untuk Kota Malang di Program 3M

Hardiknas 2026, Rektor UB Tekankan Pentingnya Transformasi Pengguna Menjadi Pencipta Ilmu Pengetahuan

Mengingat ribuan mahasiswa UB tinggal di rumah kos sekitar wilayah lingkar kampus, Rektor menginstruksikan para mahasiswa untuk proaktif membantu perangkat desa dan aparatur kelurahan setempat.

Prof Widodo juga berpesan agar mahasiswa tidak menghindari masalah jika menemukan kendala urgen di lapangan.

“Kalau ada masalah-masalah yang begitu urgen, segera didiskusikan, jangan dipendam. Semua masalah harus kita selesaikan dengan baik. Jangan sampai masyarakat di sekitar hanya mendapatkan penderitaannya karena macet, karena macam-macam, tetapi kita juga ingin hadir membantu mereka,” tegas Prof Widodo.

Tak lupa, Prof Widodo memberikan pesan kepada mahasiswa untuk turut menggerakkan sosial, ekonomi dan lingkungan menjadi lebih baik.

Dalam acara tersebut 856 mahasiswa yang diterjunkan dibekali dengan 57 unit alat inovasi Teknologi Tepat Guna (TTG) yang merupakan hasil rekayasa mahasiswa.

Selain alat teknologi, sinergi dengan Pemkot Malang juga diwujudkan melalui pembagian bibit cabai di 57 kelurahan sebagai langkah nyata mendukung program ketahanan pangan daerah.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *