Malanginspirasi.com – Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (UNIKAMA) Tahun 2026 resmi dimulai di Desa Sumberpasir, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, pada 7 Agustus 2026.
Seremoni penyerahan mahasiswa KKN menjadi penanda mulainya rangkaian pengabdian mahasiswa pada Semester Ganjil Tahun Akademik 2026–2027.
Kegiatan tersebut mengusung tema “Integratif Berdampak untuk Transformasi Desa Berkelanjutan melalui Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Kearifan Lokal dan Inovasi Teknologi.”
Sambutan Koordinator Desa KKN, Dewangga mengawali seremoni kegiatan ini.
Selanjutnya, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), sekaligus mewakili Universitas PGRI Kanjuruhan Malang, Engelbertus Kukuh Widijatmoko, SH., M.Pd. melakukan penyerahan peserta KKN UNIKAMA secara simbolis.
Dalam sambutannya, Engelbertus Kukuh Widijatmoko menegaskan bahwa KKN bukan sekadar kegiatan mahasiswa hadir di tengah masyarakat.
Tetapi merupakan proses belajar bersama untuk menemukan potensi, memahami persoalan, dan menghadirkan aksi yang memberikan dampak nyata bagi desa.
“Mahasiswa datang bukan sebagai orang yang paling tahu, tetapi sebagai bagian dari masyarakat yang belajar bersama, bekerja bersama, dan menghadirkan gagasan yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan,” ungkapnya.
Ia berharap keberadaan mahasiswa KKN dapat membangun kolaborasi yang baik dengan pemerintah desa, masyarakat, kader, tokoh masyarakat, serta berbagai unsur yang ada di Desa Sumberpasir.
Sementara itu, Kepala Desa Sumberpasir, Bapak Muhdlor, memberikan sambutan sekaligus menerima secara resmi mahasiswa KKN UNIKAMA.
Penerimaan tersebut ditandai dengan pemasangan ID Card secara simbolis kepada peserta KKN.
Momentum penerimaan mahasiswa semakin hangat dengan prosesi pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur sekaligus harapan agar pelaksanaan KKN berjalan lancar, memberikan manfaat bagi masyarakat, dan meninggalkan pengalaman bermakna bagi mahasiswa.
Hadirnya mahasiswa KKN UNIKAMA di Desa Sumberpasir diharapkan mampu memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah desa dalam mengembangkan berbagai potensi lokal.
Melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat, kearifan lokal, dan inovasi teknologi, mahasiswa didorong untuk tidak hanya menjalankan program kerja, tetapi juga membangun kesadaran, partisipasi, dan kemandirian masyarakat.
Dengan demikian, KKN UNIKAMA 2026 menjadi ruang perjumpaan antara kampus, mahasiswa, dan masyarakat.
Harapannya, ruang tersebut dapat melahirkan lahir gagasan sederhana yang dapat dikerjakan bersama.
Selain itu KKN juga dapat memberikan manfaat nyata, serta menjadi bagian dari proses menuju transformasi Desa Sumberpasir yang berkelanjutan.







