Malanginspirasi.com – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) resmi menetapkan Rencana Perjalanan Haji (RPH) Tahun 1448 Hijriah/2027 Masehi melalui Keputusan Direktur Jenderal Pelayanan Haji Nomor 26 Tahun 2026. Jadwal Ibadah Haji 2027 ini menjadi acuan resmi bagi calon jemaah haji Indonesia dalam mempersiapkan keberangkatan ke Tanah Suci.
Berdasarkan keputusan tersebut, jemaah haji dijadwalkan mulai memasuki asrama haji embarkasi pada 10 April 2027. Proses pemberangkatan dibagi menjadi dua gelombang dengan total masa operasional selama 30 hari.
Gelombang pertama (keberangkatan menuju Madinah) berlangsung 11–25 April 2027. Sementara gelombang kedua (menuju Jeddah) dijadwalkan 26 April–10 Mei 2027.
Puncak ibadah haji dijadwalkan sebagai berikut:
- Pergerakan jemaah dari Makkah menuju Arafah: 14 Mei 2027
- Wukuf di Arafah: 15 Mei 2027
- Iduladha: 16 Mei 2027
- Hari Tasyrik: 17–19 Mei 2027
Tanggal-tanggal tersebut merujuk pada kalender Ummul Qura Arab Saudi dan masih bergantung pada hasil rukyat hilal awal Zulhijah.
Untuk pemulangan, jemaah gelombang pertama dijadwalkan kembali ke Tanah Air melalui Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, pada 21 Mei–4 Juni 2027. Gelombang kedua dipulangkan melalui Bandara Pangeran Mohammad bin Abdul Aziz, Madinah, pada 5–20 Juni 2027.
Rata-rata masa tinggal jemaah di Arab Saudi diperkirakan 38–40 hari.
Selain jadwal operasional, Kemenhaj juga telah menetapkan sejumlah tahapan persiapan sejak 2026, mencakup pengisian preferensi akomodasi, kontrak layanan, pengunggahan data jemaah, hingga penerbitan visa yang ditargetkan selesai pada Maret 2027.
Komisi Nasional (Komnas) Haji menekankan pentingnya kelaikan kesehatan jemaah sebelum proses pelunasan biaya, mengingat kondisi fisik sangat menentukan kelancaran ibadah di Tanah Suci.
Calon jemaah diminta terus memantau informasi resmi dari Kemenhaj dan menghindari penawaran perjalanan haji nonreguler yang berpotensi melanggar aturan.








