Malanginspirasi.com – Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem (FTAB) Universitas Brawijaya (UB) mendukung peningkatan daya saing produk UMKM melalui Program Dosen Berkarya (Dokar) 2026 sebagai rangkaian Program Prioritas Rektor 2026 “UB Global Excellence” untuk mewujudkan status World Class University dan bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pengabdian kepada masyarakat.
Berlangsung April hingga Oktober 2026, program ini melibatkan Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Situbondo dan Paguyuban Mamikasi.
Keterlibatan mitra menunjukkan besarnya dukungan yang diberikan dalam pengembangan teknologi tepat guna yang berorientasi pada kesejahteraan pelaku UMKM.
Pada Kamis, 20 Agustus 2026, tim dosen UB yang diketuai oleh Nur Lailatul Rahmah, S.Si., M.Si., Ph.D., bersama Prof. Dr. Sucipto, STP, MP, IPU, serta melibatkan mahasiswa yaitu Evinda Damayanti, ST dan Muhammad Ikmal Azam Hekmatyar sukses mengadakan pelatihan pengemasan serta mengenalkan alat Smart Vacuum Sealer dengan pemantauan lama waktu operasional proses vakum.
Kegiatan tersebut diikuti oleh 20 pelaku usaha UMKM setempat yang antusias dalam mempelajari cara pengoperasian Smart Vacuum Sealer.
Nur Lailatul Rahmah, S.Si., M.Si., Ph.D. menjelaskan bahwa kegiatan ini berangkat dari beberapa kendala yang dialami pelaku usaha di wilayah pesisir Situbondo, padahal potensi sektor perikanan daerah ini terbilang cukup tinggi.
”Wilayah pesisir Kabupaten Situbondo yang berada di jalur Pantura terbukti sangat strategis sebagai penggerak utama perekonomian masyarakat. Berbagai UMKM setempat menghasilkan produk olahan hasil laut seperti bakso ikan, dimsum, tahu isi, hingga sambal ikan yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Namun sayangnya, banyak pelaku usaha masih mengalami beberapa kendala seperti pengemasan yang masih sederhana sehingga umur simpan produk relatif singkat akibat belum opetimalnya penerapan teknologi pascapanen,” paparnya.
Menjawab tantangan tersebut, tim dosen UB menghadirkan inovasi mesin vacuum sealer yang dilengkapi pemantau lama waktu operasional proses vakum aktual.
Inovasi ini menjawab kekurangan mesin vacuum sealer konvensional di pasaran, yang umumnya belum mampu mencatat durasi kerja aktual pompa vakum sehingga menyulitkan penentuan waktu pemeliharaan dan penggantian oli secara tepat.
Menurut Ibu Muzayana, sebagai ketua Paguyuban Mamikasi, program ini sangat membantu pelaku usaha UMKM dalam meningkatkan kualitas produk dan efisiensi operasional usaha.
”Program ini sangat membantu kami dan memberikan pengetahuan baru terkait peningkatan kualitas produk yang kami jual. Apalagi pengenalan dan pelatihan penggunaan mesin vacuum sealer ini terbukti mampu meningkatkan kualitas pengemasan, karena umumnya kami masih menggunakan vacuum sealer portable” ujar Ibu Muzayana.
Smart Vacuum Sealer yang dikembangkan oleh Nur Lailatul Rahmah, S.Si., M.Si., Ph.D., bersama Prof. Dr. Sucipto, STP, MP, IPU dan mahasiswa mampu mengakumulasi waktu vakum.
Data akumulasi nantinya menjadi dasar penerapan preventive maintenance berbasis waktu operasional, sehingga pengguna dapat menentukan jadwal pemeriksaan dan penggantian oli pompa secara lebih tepat, tidak lagi mengandalkan perkiraan semata.
Melalui penggantian oli pompa yang lebih tepat maka performa mesin tetap terjaga.
Selanjutnya, Ayu menyambut sangat baik adanya kegiatan pelatihan ini.
”Saya sangat tertarik pada mesin vacuum sealer yang diperkenalkan. Sebagai pelaku usaha denga produk bakso ikan, saya bisa memproduksi ribuan pcs/hari. Sementara saat ini saya menggunakan 6 mesin vacuum sealer portable yang mana sering rusak sehingga harus mengganti secara berkala” ujarnya.
Selain menghadirkan inovasi Smart Vacuum Sealer, tim juga memberikan penyuluhan terkait teknik pengemasan dan pelabelan kemasan yang disampaikan oleh Nur Lailatul Rahmah, S.Si., M.Si., Ph.D serta penyuluhan kehalalan dan keamanan pangan yang disampaikan oleh Prof. Dr. Sucipto, STP, MP, IPU.
Kegiatan ini menekankan bahwa teknologi pengemasan saja tidak cukup untuk meningkatkan daya saing produk, tetapi juga harus dilengkapi dengan pelabelan kemasan yang baik, serta memperhatikan keamanan dan kehalalan pangan.
Baca Juga:
Hijaukan Permukiman Sempit, FTAB UB Ajak Warga Tunjungsekar Panen Sayur Mandiri lewat MEA
Oleh karena itu, 20 orang pelaku usaha dibekali dengan modul yang mencakup cara produksi secara aman dan halal serta desain label yang menarik untuk menigkatkan nilai jual produk.
Lebih lanjut Nur Lailatul Rahmah, S.Si., M.Si., Ph.D juga menjelaskan bahwa kegiatan ini juga salah satu implementasi dukungan terhadap program pembangunan berkelanjutan (SDGs) , terutama yang terkait dengan SDG8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, SDG9 tentang industri, inovasi dan infrastruktur, SDG12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab serta SDG17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan.
”Semoga langkah kecil kami ini dapat membantu mengoptimalkan potensi ekonomi setempat sekaligus menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan,” harapnya.
Adapun menurut Drs. Prio Andoko, M.Si selaku Kepala Dinas Koperasi Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Situbondo sangat mendukung adanya kegiatan penyuluhan ini.
”Alhamdulillah, kehadiran tim dari Universitas Brawijaya dapat memberikan manfaat kepada pelaku-pelaku usaha UMKM. Khususnya terkait kehalalan dan keamanan pangan, sehingga ibu-ibu sekalian dapat meningkatkan UMKM yang telah dirintis” ujar Drs. Prio Andoko, M.Si.
Melalui program ini, pelaku UMKM diharapkan mampu menerapkan teknologi pengemasan vakum secara lebih optimal, memperpanjang umur simpan produk hingga 3-5 kali lebih lama, menjaga kualitas sensori produk, sekaligus meningkatkan kepercayaan konsumen melalui tampilan kemasan yang lebih rapi dan higienis.
Kolaborasi antara UB, DISKOPERINDAG Kabupaten Situbondo, dan Paguyuban Mamikasi ini menjadi bukti nyata sinergi antara dunia akademik dan pemerintah daerah dalam mendorong hilirisasi teknologi tepat guna bagi penguatan daya saing UMKM.







