Malanginspirasi.com – Bupati Malang Drs. H. M. Sanusi, M.M., secara resmi membuka Pelatihan Petugas Pendataan Lengkap Sensus Ekonomi 2026 Kabupaten Malang yang digelar di Shanaya Resort Malang, Rabu (10/6/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran Forkopimda Kabupaten Malang, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Malang beserta jajarannya, camat dan Forkopimcam Karangploso, para instruktur, narasumber, serta ratusan calon petugas sensus yang akan diterjunkan ke lapangan.
Dalam sambutannya, Bupati Sanusi menegaskan bahwa data yang akurat dan terpercaya menjadi fondasi utama dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran. Oleh karena itu, pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 memiliki peran strategis untuk menyediakan basis data komprehensif bagi pemerintah daerah.
“Saya mengapresiasi BPS Kabupaten Malang yang telah mempersiapkan seluruh tahapan sensus dengan baik. Pelatihan ini sangat penting untuk memastikan petugas memiliki kemampuan teknis, pemahaman metodologi, serta integritas yang tinggi dalam melakukan pendataan di lapangan,” ujar Bupati Sanusi.
Sensus Ekonomi merupakan agenda nasional yang dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali untuk memperoleh gambaran menyeluruh tentang kondisi dan struktur perekonomian Indonesia. Berbagai sektor usaha, mulai dari UMKM, perdagangan, industri pengolahan, hingga jasa dan pariwisata akan didata secara lengkap.
Menurut Bupati, data hasil sensus nantinya akan menjadi acuan penting dalam merumuskan kebijakan pengembangan ekonomi daerah sekaligus memperkuat kontribusi Kabupaten Malang terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
“Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Malang pada tahun 2025 mencapai 5,92 persen, Menjadikannya salah satu daerah dengan tingkat pertumbuhan ekonomi tertinggi di Jawa Timur. Saya berharap hasil Sensus Ekonomi 2026 dapat semakin memperkuat iklim investasi dan mendorong percepatan pembangunan ekonomi daerah,” tegasnya.
Salah Satu Kabupaten Paling Inovatif
Lebih lanjut, Sanusi memaparkan visi pembangunan Kabupaten Malang yakni “Malang Makmur” (Maju, Agamis, Kreatif) yang diwujudkan melalui penguatan inovasi di berbagai sektor.
Berkat komitmen tersebut, Kabupaten Malang berhasil meraih predikat sebagai salah satu daerah terinovatif di Indonesia dari Kementerian Dalam Negeri selama beberapa tahun berturut-turut.
Salah satu inovasi yang mendapat perhatian adalah pengembangan produksi garam di Kecamatan Donomulyo yang kini mampu menghasilkan hingga 10 ton per bulan. Sehingga menjadi potensi ekonomi baru bagi masyarakat setempat.
Bupati juga menegaskan bahwa pembangunan daerah difokuskan pada tiga sektor prioritas, yakni pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Berbagai capaian positif terus diraih, termasuk peningkatan kualitas pelayanan publik yang tercermin dari nilai penilaian Ombudsman.

Untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia, Pemkab Malang terus memperkuat infrastruktur dan layanan publik, di antaranya pengembangan layanan kesehatan di RSUD Kanjuruhan yang kini mampu melayani tindakan pemasangan ring jantung melalui BPJS Kesehatan, pembangunan Sekolah Rakyat di Kecamatan Bantur, kehadiran SMA Taruna Nusantara, serta pengembangan perguruan tinggi dan fakultas kedokteran.
Mengakhiri sambutannya, Bupati Malang secara resmi membuka pelatihan tersebut dengan pemukulan gong. Ia berharap seluruh petugas dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab. Sehingga dengan demikian menghasilkan data statistik yang berkualitas, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan guna mewujudkan Kabupaten Malang yang semakin maju, mandiri, dan sejahtera.







