Pemkot dan Polresta Malang Kota Ajak Warga Lestarikan Osob Kiwalan Sebagai Identitas Khas Malangan

Peristiwa23 views

Malanginspirasi.com – Menjaga keamanan dan kondusivitas Kota Malang tak hanya mengandalkan pemeliharaan kamtibmas. Polresta Malang Kota menunjukkan pendekatan berbeda dengan mengajak warga aktif melestarikan Boso Walikan atau Osob Kiwalan, bahasa khas yang menjadi identitas masyarakat.

Ajakan itu mengemuka dalam “Temu Budaya Ngalam Hebak” yang digelar Polresta Malang Kota bersama Pemerintah Kota Malang, akademisi, elemen masyarakat, dan penggiat budaya di Sanggar Sasana Krida Budaya, Kelurahan Rampal Celaket, Minggu (27/9/2026).

Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Danang Setiyo Pambudi menekankan, pelestarian Osob Kiwalan merupakan bagian dari upaya menumbuhkan kepedulian dan rasa memiliki terhadap kota. Bahasa tersebut, tegasnya, memiliki karakter yang membedakan Malang dari daerah lain.

“Osob Kiwalan sudah menjadi identitas dan ciri khas Kota Malang. Kita perlu menjaga, melestarikan, dan terus mengenalkannya kepada masyarakat,” ujar Danang.

Ia menjelaskan, gagasan tersebut lahir dari diskusi bersama akademisi serta berbagai elemen masyarakat. Pelestarian budaya, menurutnya, harus dilakukan secara kolektif agar nilai kebersamaan dan karakter masyarakat Malangan tetap hidup di tengah perubahan zaman.

“Kalau bukan kita yang menjaga, siapa lagi. Ini gerakan bersama untuk merawat identitas, kebersamaan, dan nilai-nilai baik Kota Malang,” tegasnya.

Danang juga mengingatkan sejarah panjang Malang sebagai kota yang melahirkan atlet, pesepak bola, budayawan, dan seniman. Kekuatan itu, katanya, perlu terus dihidupkan melalui kolaborasi agar mendukung citra Malang sebagai kota pendidikan, wisata, dan kuliner.

“Intinya, kita harus merasa memiliki Kota Malang dengan bekerja, menjaga, dan merawatnya bersama,” tambahnya.

Kearifan Lokal

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengapresiasi langkah Polresta yang ikut mendorong pelestarian Osob Kiwalan. Ia menilai gerakan tersebut sejalan dengan semangat Malang Mbois Berkelas sekaligus bagian dari upaya menjaga kearifan lokal.

Wahyu menyebut Osob Kiwalan memiliki nilai sejarah yang kuat. Bahasa itu dikenal digunakan dalam konteks perjuangan dan dikaitkan dengan Mayor Hamid Rusdi, tokoh perjuangan asal Malang.

“Osob Kiwalan merupakan kearifan lokal yang unik dan menjadi bagian dari kekompakan masyarakat Malangan. Tradisi ini harus terus dijaga agar tidak hilang,” kata Wahyu.

Menurutnya, pelestarian budaya perlu berjalan beriringan dengan pengembangan potensi lokal. Ruang kebudayaan seperti Kampung Celaket menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga keberagaman budaya kota.

Wahyu menambahkan, semangat Malang Mbois terbuka bagi seluruh masyarakat, termasuk warga dari luar daerah yang tinggal atau menempuh pendidikan di Malang. Pelestarian budaya diharapkan menjadi ruang bersama untuk memperkuat persatuan dan menumbuhkan kepedulian terhadap kota.

Melalui Temu Budaya Ngalam Hebak, sinergi antara Polresta Malang Kota, Pemkot Malang, akademisi, komunitas, dan masyarakat diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Gerakan ini diarahkan menjadi upaya berkelanjutan untuk mengenalkan, menggunakan, dan menjaga Osob Kiwalan sebagai warisan budaya sekaligus identitas Kota Malang.

Dengan kolaborasi lintas elemen tersebut, upaya menjaga kondusivitas wilayah diharapkan berjalan seiring dengan pelestarian budaya lokal. Kota Malang tidak hanya aman dan nyaman, tetapi juga tetap memiliki karakter budaya yang kuat untuk diwariskan kepada generasi berikutnya.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *