Jadi Juara Umum di Piala Panglima, Ini Rahasia Pembinaan Karateka Kodam V/Brawijaya

Malanginspirasi.com – Kontingen karateka Kodam V/Brawijaya jadi juara umum dalam ajang Kejuaraan Karate Piala Panglima yang digelar di GOR Ken Arok, Kota Malang.

Divisi Infanteri 2 Kostrad menggelar kejuaraan bergengsi ini sebagai wadah kompetisi karateka menguji kemampuan sekaligus memeriahkan rangkaian peringatan HUT ke-81 TNI.

Danrem 082/Citra Panca Yudha Jaya (CPTY) Kolonel Inf Batara Alex Bulo menegaskan bahwa gelar juara umum yang diraih bukanlah hasil instan.

Prestasi ini merupakan akumulasi dari program Training Center (TC) jangka panjang yang ia bangun sejak awal masa jabatannya.

“Kami sudah dua kali menyelenggarakan Danrem Cup. Saya sudah dua tahun menjadi Danrem,” ujar Batara.

Sejak awal menjabat, lanjut Batara, pihaknya langsung mengumpulkan atlet-atlet potensial dari berbagai kelompok usia untuk dibina secara terpadu, mulai dari kategori usia dini (enam tahun) hingga jenjang senior.

Para karateka Kodam V/Brawijaya (Toski)

Langkah strategis ini dijalankan atas perintah langsung dari Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin, M.A., guna mencetak kader-kader karateka tangguh bagi Kodam V/Brawijaya.

Baca Juga:

Kejuaraan Karate Piala Panglima di Malang Jadi Batu Loncatan Karier TNI-Polri dan Pembinaan Atlet Muda

“Bukan bangun tidur langsung juara. Perjuangan kami dua tahun. Kami mencari bibit-bibit dan hasilnya alhamdulillah, puji Tuhan, kami berhasil juara umum,” kata Batara.

Di balik keberhasilan tersebut, Batara menerapkan pendekatan khusus yang menyeimbangkan antara kenyamanan mental dan kedisiplinan atlet.

“Saya sengaja merancang suasana latihan yang menyenangkan agar atlet tidak merasa tertekan,” jelasnya.

Meski dengan suasana menyenangkan, Batara menegaskan, di luar jadwal latihan, para atlet diberikan waktu dan kebebasan untuk berekreasi (pesiar) guna melepas penat dan menjaga kondisi mental tetap segar.

Sebaliknya, suasana santai tersebut langsung berubah saat latihan dimulai. P

ara atlet dituntut untuk fokus, serius, dan habis-habisan agar mampu tampil maksimal saat bertanding.

“Penuh dengan kebahagiaan, tidak dibuat tekanan. Pada saat berlatih, serius. Itu caranya, sehingga mereka lepas, bertandang, fight maksimal,” terang Batara.

Harapannya, keberhasilan di Piala Panglima menjadi batu loncatan yang kokoh bagi pembinaan atlet di masa mendatang.

Batara membuka kesempatan seluas-luasnya bagi para atlet muda dan potensial untuk bergabung dalam program pembinaan Kodam V/Brawijaya.

“Pesan saya, bergabunglah dengan kami untuk Training Center,” pungkas Batara.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *