Malanginspirasi.com – Gelar Putra Putri Kebudayaan Cilik Intelegensia Jawa Timur (Jatim) 2026 sudah lama menjadi impian Ida Ayu Mas Rania Laksita Gantari, siswi SD Taman Harapan Malang.
Ajang ini menempuh serangkaian tahapan seleksi yang ketat, mulai dari Seleksi 1 dan 2, Semifinal, Psikotes, Open Interview, Kampanye Pemajuan Kebudayaan, Uji Talenta, Karantina, hingga Performa Personaliti, sebelum puncak penganugerahan digelar.
Kepada wartawan Malang Inspirasi, siswi yang akrab disapa Gek Mas ini mengungkapkan bahwa gelar Best Intelligentsia memang menjadi target utamanya sejak awal mendaftar.
“Secara keseluruhan, dari awal ikut, Gek Mas pengen dapet Best Intelligensia. Jadi Gek Mas sudah mempersiapkan betul-betul untuk mendapatkan gelar itu,” ujarnya ketika ditemui di SD Taman Harapan Malang.
Persiapan Gek Mas pun bukan hal yang baru.
Ia mengaku sudah mengumpulkan bekal pengetahuan jauh sebelum kompetisi ini dimulai, bahkan sejak mengikuti ajang Duta Kebudayaan Malang 2025.
Saat itu, ia berhasil meraih posisi Best Catwalk.
Baca Juga:
Jadi Finalis Duta Kebudayaan Kota Malang, Siswi SD Taman Harapan Ini Sebut Tak Sekadar Kejar Gelar
Gek Mas menceritakan bahwa dalam sesi penilaian, para juri menguji pengetahuan peserta seputar Jawa Timur.
“Mulai dari kuliner khas daerah, nama-nama kota, hingga peristiwa-peristiwa penting yang pernah terjadi di provinsi tersebut,” lanjut dia.
Tak dapat dipungkiri ia merasa sempat merasa gugup di awal tapi ia mengaku berhasil mengelola tekanan kompetisi dengan baik.
“Pertama-tama pastinya gugup. Tapi lama-kelamaan Gek Mas bisa menerima,” tuturnya mantap.
Ketika ditanya soal rencana ke depan, dia mengaku belum berencana mengikuti kompetisi serupa dalam waktu dekat.
Ia ingin beristirahat sejenak dan menikmati masa-masa akhir sekolah dasarnya.
“Mungkin nanti setelah SMP baru mau ikut lagi,” katanya sambil tersenyum.
Pencapaian Ida Ayu Mas menjadi bukti bahwa semangat menjaga dan memajukan kebudayaan daerah bisa tumbuh sejak usia dini.
Gelar yang ia sandang diharapkan menjadi amanah untuk terus memperkenalkan kekayaan budaya Jawa Timur kepada generasi muda.







