Anggota Dewan Ini Tekankan Pentingnya Keselamatan dalam Study Tour dan Perbaikan Infrastruktur di Kota Malang

Malanginspirasi.com – Maraknya kecelakaan yang melibatkan bus pariwisata yang digunakan pelajar saat melakukan kegiatan study tour, mengundang keprihatinan banyak pihak. Kecelakaan semacam ini seharusnya tidak perlu terjadi jika semua pihak bersikap waspada dan hati-hati. Tindakan preventif yang lebih aktif juga harus dilakukan demi melindungi keselamatan anak-anak didik.

Hal itu disampaikan anggota Komisi C DPRD Kota Malang, Tinik Wijayanti, dalam acara reses yang diadakan pada 19 Februari 2025.

“Tujuan utama dari kegiatan study tour adalah untuk mendapatkan ilmu dan pengalaman di luar lingkungan sekolah. Oleh karena itu, keselamatan peserta harus menjadi prioritas utama dalam setiap kegiatan tersebut,” ujarnya.

Anggota DPRD Kota Malang dari Partai Golkar itu mengimbau kepada sekolah-sekolah agar sebelum melaksanakan study tour, memastikan layaknya kendaraan yang akan digunakan untuk mengangkut siswa-siswi.

“Orang tua agar aktif bertanya kepada pihak sekolah mengenai kelayakan kendaraan yang akan dipakai. Demi keamanan putra-putri mereka,” tegasnya lebih lanjut.

Tinik mengungkapkan, menyertakan Dinas Perhubungan dalam proses uji kelayakan kendaraan, juga menjadi salah satu poin penting.

Dengan adanya Unit Pelaksana Teknis Pengelolaan Prasarana Perhubungan (UPT P3 LLAJ) di Singosari yang berada di bawah Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, diharapkan kerja sama dapat dilakukan untuk memastikan keselamatan selama study tour.

Dalam kesempatan reses tersebut, Tinik juga memberikan ruang kepada masyarakat untuk menyampaikan permasalahan di lingkungan mereka.

Serap Aspirasi Warga

Beberapa isu yang muncul antara lain adalah perlunya perbaikan infrastruktur. Khususnya di wilayah Kelurahan Gadang dan Mulyorjo yang sering mengalami banjir.

Salah satu titik yang menjadi perhatian adalah perempatan menuju pabrik rokok Gandum di Jalan Mulyosari, Mulyorejo, Sukun.

“Di sana genangan air sering menyebabkan kecelakaan dan memperburuk kondisi jalan,” ucapnya.

Tinik Wijayanti dalam acara reses untuk menyerap aspirasi warga. (Ist)

Selain itu, ia menambahkan, terdapat laporan mengenai kesulitan masyarakat dalam mengakses layanan BPJS, meskipun mereka telah membayar iuran secara rutin.

Kekhawatiran mengenai pengurangan anggaran APBD untuk pendidikan serta kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) juga disampaikan oleh seorang mahasiswa yang hadir.

Menanggapi hal itu, Tinik menyampaikan, Komisi C DPRD Kota Malang berkomitmen untuk memastikan agar kebutuhan pendidikan masyarakat tetap terakomodasi dengan baik.

Keseluruhan aspek yang disampaikan dalam reses ini menunjukkan adanya sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam mencari solusi dari permasalahan yang ada.

Dengan perhatian yang serius terhadap keselamatan dalam kegiatan pendidikan dan perbaikan infrastruktur, diharapkan Kota Malang dapat menjadi lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi seluruh warganya.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *