Malanginspirasi.com – Atlet panjat tebing Indonesia, Putra Tri Ramadani, berhasil menorehkan prestasi bersejarah dengan meraih medali emas nomor Lead putra pada World Climbing Series Prague 2026. Kemenangan ini menjadi yang pertama bagi Indonesia di nomor Lead pada level World Climbing Series/World Cup, yang selama ini didominasi negara-negara Eropa dan Asia Timur.
Putra, yang akrab disapa Srondeng, berusia 20 tahun dan berasal dari Kediri, Jawa Timur. Ia tampil gemilang di final yang berlangsung pada Minggu malam (7/5/2026) waktu setempat atau Senin dini hari WIB. Dengan mencapai hold ke-43, Srondeng mengungguli kompetitor kuat Neo Suzuki dari Jepang (hold 39, perak) dan Jakob Schubert dari Austria (hold 37, perunggu).
Sukses Srondeng ini bahkan di-mention langsung Ketua Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), Yenny Wahid.
Dalam akun media sosialnya. Yenny menyatakan kebanggaan dirinya dan juga masyarakat Indonesia atas prestasi yang diraih Srondeng hingga lagu Indonesia Raya berkumandang di event besar internasional.
View this post on Instagram
Performa Konsisten
Srondeng memulai kompetisi dengan dominan. Ia memuncaki babak kualifikasi dan berhasil lolos ke final setelah menempati posisi ketiga di semifinal (hold 37+). Ketenangan dan kekuatan fisiknya di route yang menuntut endurance serta gerakan dinamis (bouldery) menjadi kunci keberhasilan.
“Ini final kedua dan emas pertama saya. Saya sangat bahagia. Jalur final sangat sulit, terutama di bagian atas hingga tangan saya pump (kebas),” ujar Putra seusai lomba.
Prestasi ini melanjutkan tren positif Putra Tri Ramadani. Sebelumnya, ia meraih hasil impresif seperti juara Lead Youth Asian Championships 2024 dan debut final World Cup di Koper, Slovenia (peringkat 6). Kini, ia membuktikan diri mampu bersaing dengan para legenda seperti Schubert dan talenta muda Jepang.







