Malanginspirasi.com – Kejuaraan tinju bergengsi Malang Super Fight (MSF) ke 27 bakal lebih menarik dengan gebrakan baru yakni konsep Sportainment, begitu kata Ketua Komisi Tinju Indonesia (KTI) Malang Raya, Ade Herawanto.
Dalam konferensi pers perhelatan MSF ke 27 yang berlangsung pada Minggu (27/9/2026), pria yang akrab disapa Sam Ade d’Kross itu menjelaskan bahwa MSF terakhir kali digelar pada edisi ke-26 di tahun 2019 silam, sebelum akhirnya terhenti akibat badai pandemi Covid-19.
“Kini, di tahun 2026, KTI bersama Pertina Kota Malang dan pemerintah daerah siap berkolaborasi erat untuk kembali menyukseskan gelaran akbar tersebut,” begitu paparnya.

Sam Ade menjelaskan bahwa penentuan jadwal pelaksanaan MSF ke-27 ini telah diatur secara cermat dengan mempertimbangkan kalender olahraga daerah dan nasional.
“Mengambil momentum di antara perhelatan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) yang sedang berjalan dan persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), MSF diharapkan menjadi kawah candradimuka yang ideal,” katanya.
Bagi petinju amatir, tambahnya kejuaraan ini menjadi persiapan strategis menuju Kejurda, Pra-PON, hingga PON.
Sementara itu, bagi petinju profesional, panggung MSF membuka peluang emas untuk memperbaiki peringkat nasional hingga ajang perebutan gelar juara.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga memberikan apresiasi khusus atas kehadiran para tokoh senior tinju Malang serta dukungan solid dari elemen aparat seperti satuan Kostrad yang terus merawat tradisi tinju di Bhumi Arema.
Lebih lanjut, Sam Ade menekankan bahwa perhelatan tahun ini tidak sekadar menyuguhkan pertandingan tinju konvensional kelas amatir dan profesional (Ampro).
Baca Juga:
Ia mengatakan bahwa panitia siap memasukkan kategori combat sport, khususnya disiplin kick striking untuk mengikuti perkembangan zaman.
“Langkah inovatif ini sengaja diambil panitia untuk memperluas jangkauan penonton sekaligus memberikan wadah baru bagi aliran bela diri yang tengah digandrungi masyarakat, terutama anak muda.
Sebagai daya tarik utama untuk menjangkau penonton yang lebih luas, KTI Malang Raya akan mengadopsi konsep sportainment, yakni perpaduan antara olahraga dan hiburan.
“Mengutip arahan dari Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), kemasan olahraga murni terkadang belum cukup kuat untuk memikat atensi penuh dari kalangan anak muda,” lanjutnya.
Oleh karena itu, katanya MSF ke-27 akan disajikan layaknya sebuah festival berenergi tinggi yang turut menghadirkan panggung musik terbuka (outdoor music) serta kompetisi tari (dance competition),” pungkasnya.







