Malanginspirasi.com – Paris Saint Germain (PSG) mempertahankan gelar juara Liga Champions setelah menang adu penalti 4-3 melawan Arsenal pada Minggu (31/5/2026) dini hari di Budapest.
Havertz membawa Arsenal unggul di menit keenam, satu-satunya tembakan tepat sasaran The Gunners selama pertandingan berlangsung.
Dembele menyamakan kedudukan dari titik penalti di babak kedua menit ke 65 untuk si juara bertahan setelah Mosquera melakukan pelanggaran terhadap Kvaratskhelia
Kvaratskhelia membentur tiang gawang untuk PSG, yang telah menguasai lebih dari 75 persen bola.
Di menit-menit akhir, David Raya mengalami cedera cukup serius.
Pertandingan yang berakhir 1–1 akhirnya berlanjut dengan babak perpanjangan waktu.
Babak perpanjangan makin panas, terlebih saat Arsenal menuntut penalti.
Noni Madueke berduel dengan Nuno Mendes, dan kemudian keduanya jatuh ke tanah di dalam kotak penalti.
Arsenal, terutama Declan Rice, bersikeras bahwa itu seharusnya penalti.
Bahkan ia mendapat kartu kuning karena terus melakukan protes, begitu pula manajer Arsenal Mikel Arteta, yang berlari keluar dari bangku cadangan.
Di babak pertama perpanjangan waktu, Arsenal menunjukkan permainan menyerang sangat intens.
Eberechi Eze telah membawa spontanitas ke dalam permainan dan Noni Madueke terlihat berbahaya di sisi kanan.
Namun, skor belum berubah hingga perpanjangan waktu lima belas menit pertama berakhir.
Dengan penguasaan bola hanya 25 persen, Arsenal beruntung karena tidak kebobolan lagi.
Penentuan pemenang Liga Champions pun harus lewat adu penalti, pertama kalinya sejak 2016.
Goncalo Ramos sukses eksekusi tendangan penalti pertama untuk PSG, dan Viktor Gyokeres juga berhasil eksekusi penalti untuk Arsenal.
Penalti kedua sukses dicetak Desire Doue namun Eberechi Eze gagal.
Nuno Mendes gagal cetak penalti ketiga untuk PSG, dan Declan Rice membuat kedudukan penalti sama, 2-2.
Achraf Hakimi mencetak gol penalti ketiga untuk juara bertahan, dan Gabriel Martinelli cukup membuat suporter Arsenal lega.
Lucas Beraldo membuat kedudukan 4-3 untuk PSG, namun Gabriel gagal sehingga PSG sukses mempertahankan gelar juara.







