Malanginspirasi.com – Sebuah pejabat Gedung Putih mengumumkan pada Jumat bahwa pemain Timnas Iran telah diberikan visa untuk memasuki Amerika Serikat, hanya sepuluh hari sebelum pertandingan pertama mereka di Piala Dunia FIFA 2026 di tengah konflik kedua negara.
Duta Besar Iran untuk Meksiko, Abolfazl Pasandideh, menyatakan sehari sebelumnya bahwa skuad Tim Melli belum menerima visa AS.
Ini merupakan Piala Dunia pertama sejak digelar tahun 1930 di mana negara tuan rumah akan “menyambut” tim dari negara yang sedang berperang dengannya.
Meski demikian, Pasandideh menegaskan bahwa AS tidak pernah secara resmi menyatakan keberatan atas kehadiran tim Iran di wilayahnya.
Namun, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyatakan kepada anggota parlemen pada Selasa bahwa Washington tidak akan mengizinkan keikutsertaan individu yang terkait dengan Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) dalam delegasi Iran. Aturan ini berpotensi memengaruhi beberapa pemain Iran yang pernah menjalani wajib militer di kesatuan tersebut.
Presiden Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, mantan komandan IRGC, bahkan ditolak masuk ke AS saat pengundian grup Piala Dunia di Washington pada Desember tahun lalu.
Pasandideh menyebut keikutsertaan Iran di Piala Dunia menunjukkan upaya Teheran untuk mencapai penyelesaian konflik dengan Washington.
“Partisipasi Iran dalam Piala Dunia menunjukkan bahwa Iran menginginkan perdamaian,” ujarnya.
Baca Juga:
Demi Keamanan, Timnas Iran Pindah Markas Latihan ke Meksiko
Sebelumnya, Teheran melakukan negosiasi mendadak dengan FIFA untuk memindahkan basis tim dari Arizona ke Tijuana, Meksiko. Keputusan ini diambil akibat kendala visa serta kekhawatiran kehadiran skuad di wilayah Amerika Serikat dibatasi seminimal mungkin.
Alireza Jahanbakhsh dkk dijadwalkan tiba di Tijuana pada Minggu pagi dini hari.
Timnas Iran yang berada di Grup G, akan menghadapi Selandia Baru (16/6) dan Belgia (22/6) di Stadion SoFi, LA. Kemudian mengakhiri babak penyisihan grup melawan Mesir (27/6) di Lumen Field, Seattle.







