Malanginspirasi.com – Wasit asal China Ma Ning tengah viral di media sosial karena ia akan jadi salah satu wasit di Piala Dunia FIFA 2026.
Keberadaannya mengobati kekecewaan suporter tim nasional negara tersebut yang gagal lolos ke ajang sepak bola paling bergengsi di dunia itu.
Meme viral pria 46 tahun ini menarik sponsor dari merek-merek besar China, termasuk perusahaan teknologi Lenovo dan raksasa elektronik Hisense.
Ma dikenal dengan gaya kepemimpinannya yang tegas.
Pada pertandingan tahun 2015 di Shanghai, ia memberikan sembilan kartu kuning dan tiga kartu merah.
Catatan itu jadi tonggak sejarah dalam karier wasitnya yang membuatnya mendapat julukan “master kartu”.
Ini akan menjadi penampilan Piala Dunia keduanya sejak debutnya di Qatar empat tahun lalu, ketika ia bertugas sebagai ofisial keempat yang membantu wasit di luar lapangan.
Topik terkait Ma telah menghasilkan jutaan tayangan di RedNote dan platform media sosial China lainnya, dengan beberapa pengguna mendukungnya, dan yang lain menyesalkan keadaan olahraga di negara mereka.
Baca Juga:
FIFA Konfirmasi Wasit Somalia Omar Abdulkadir Artan Gagal Bertugas di Piala Dunia 2026
“Kami punya Ma Ning, siapa yang kalian punya?” tulis seorang pengguna RedNote.
“Negara lain bisa menonton tim mereka sendiri bermain, sementara kita akan menonton wasit kita mengeluarkan kartu,” kata seorang lainnya.
Ma sekarang berada di Miami untuk mengikuti pelatihan wasit selama 10 hari, di mana ia bergabung dengan dua perwakilan Tiongkok lainnya, asisten wasit Zhou Fei dan asisten wasit video Fu Ming.
Peran Zhou dan Fu sama-sama melibatkan dukungan kepada wasit utama dari pinggir lapangan.
Ma telah disertifikasi sebagai wasit oleh FIFA, badan pengatur sepak bola global, sejak 2011. Ia juga mengajar di Institut Olahraga Nanjing.
Untuk mendokumentasikan perjalanan Piala Dunia mendatangnya, ia memulai akun di RedNote, platform mirip Instagram di Tiongkok, dua minggu lalu, dan dengan cepat mendapatkan 197.000 pengikut.
Unggahan pertamanya di platform tersebut menunjukkan dia mengeluarkan buku kecil berwarna merah dari saku depan kaos wasitnya, sebuah referensi untuk nama platform tersebut dalam bahasa Mandarin dan bagaimana dia dikenal karena memberikan kartu merah, yang mengusir pemain dari pertandingan karena pelanggaran berat.
Unggahan selanjutnya adalah klip video yang menunjukkan dia sedang mengemas koper dan berolahraga di gym sebagai persiapan untuk tugasnya di Piala Dunia. Klip tersebut, yang menampilkan musik dramatis, termasuk tablet Lenovo di antara produk lainnya.
“Saya menerima penunjukan ini dengan percaya diri dan tenang. Piala Dunia, kami datang,” tulisnya dalam keterangan.
China gagal lolos ke Piala Dunia sejak penampilan pertamanya di turnamen tersebut pada tahun 2002, ketika mereka tersingkir di babak penyisihan grup tanpa mencetak satu poin pun.
Selama dua dekade terakhir, sepak bola China telah dilanda krisis pendanaan dan korupsi yang meluas, yang mengakibatkan larangan seumur hidup bagi beberapa pemain, wasit, dan pejabat klub.







