Malanginspirasi.com – Presiden FIFA Gianni Infantino secara terbuka mengakui kesalahan dalam proposal kontroversial penjualan saham Piala Dunia kepada investor swasta. Dalam pernyataan bersama Sekretaris Jenderal FIFA Mattias Grafström yang dirilis Rabu malam (5/8/2026) waktu setempat, keduanya meminta maaf atas “kesilapan-kesilapan” dalam proses pengajuan dan penanganan proposal tersebut.
Pernyataan itu disampaikan usai pertemuan krisis selama tujuh jam di Rabat, Maroko.
FIFA menegaskan proposal pembentukan FIFA Forward Enterprise (FFE) sudah ditarik sepenuhnya dan tidak akan dilanjutkan.
Sebagai informasi, pembentukan FFE direncanakan untuk menjual sekitar 20 persen saham bisnis komersial Piala Dunia dan kompetisi FIFA lainnya kepada investor swasta dengan valuasi sekitar 20 miliar dolar AS.
Dalam surat kepada Dewan FIFA dan 211 asosiasi anggota, Infantino dan Grafström menulis:
“Kami mengakui kesalahan dibuat dalam proses usulan pembentukan FIFA Forward Enterprise (FFE). Sama sekali bukan niat kami agar Dewan FIFA dan Asosiasi Anggota FIFA merasa dikecualikan dari proses tersebut, dan hal itu seharusnya ditangani dengan cara berbeda. Kami juga mengakui bahwa kesalahan terjadi setelah proposal bocor ke media. Kami dengan tulus meminta maaf atas kesalahan-kesalahan ini dan berkomitmen agar tidak terulang lagi.”
🚨🌍 BREAKING: Gianni Infantino has apologised after he attempted to sell stakes in the World Cup pic.twitter.com/YRGCoZ3Pmy
— Politics Global (@PolitlcsGlobal) August 5, 2026
Mereka menjanjikan tinjauan internal yang hasilnya akan dilaporkan pada pertemuan Dewan FIFA berikutnya.
Meski demikian, FIFA menegaskan bahwa langkah yang diambil sebelumnya tetap sesuai kerangka regulasi organisasi. Dengan proyek yang sudah ditarik, FIFA juga menyatakan tidak akan mentolerir serangan terhadap integritas, tata kelola yang baik, dan proses yang semestinya.
Picu Gelombang Protes
Rencana tersebut sempat memicu gelombang penolakan luas. UEFA, CONCACAF, dan AFC menolak keras. UEFA bahkan mengancam memboikot kompetisi FIFA. Sejumlah pejabat internal, termasuk penasihat senior Carlos Cordeiro, mengundurkan diri dan mengkritik proposal itu sebagai “kesepakatan buruk”.
Tenggat persetujuan yang singkat serta insentif finansial besar bagi asosiasi yang mendukung juga menjadi sasaran kritik.
Baca Juga:
Menyusul UEFA, CONCACAF Tolak Rencana FIFA Jual Saham Piala Dunia ke Investor Swasta
Setelah pertemuan krisis, Dewan Manajemen FIFA menegaskan kembali dukungan penuh kepada Infantino sebagai satu-satunya pejabat yang dipilih oleh 211 asosiasi anggota.
Infantino, yang masa jabatannya akan berakhir dan berpeluang mencalonkan diri lagi pada Maret 2027, berhasil meredam desakan pengunduran diri untuk sementara.
Kasus ini menjadi ujian serius bagi kepemimpinan Infantino pasca-Piala Dunia 2026. FIFA kini berjanji fokus kembali pada pengembangan sepak bola melalui program FIFA Forward demi kepentingan seluruh asosiasi anggota.







